Pagaralam, Sumselupdate.com – Dukungan terhadap swasembada protein dan pangan nasional tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan perbankan dalam memperkuat usaha produktif. Sejalan dengan arahan Direktur Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Akhmad Purwakajaya, BRI Cabang Pagaralam menempatkan pembiayaan, literasi keuangan, dan pendampingan usaha sebagai bagian penting dari kontribusi perbankan dalam mendukung sektor pangan nasional.
Arahan tersebut disampaikan Akhmad dalam Indonesia Agrifood Forum 2026, Senin (19/10). Melalui Pimpinan Cabang BRI Pagaralam, Agustian Siburian, pesan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, masyarakat, dan pelaku industri untuk mendorong keberhasilan swasembada protein dan pangan.
Akhmad menekankan, program swasembada tidak bisa dijalankan oleh satu pihak saja. Setiap pemangku kepentingan perlu mengambil peran sesuai kapasitasnya agar pengembangan sektor pangan dan protein dapat berjalan optimal.
“Swasembada protein, swasembada pangan, ini memang harus kita keroyok rame-rame,” kata Akhmad dalam forum tersebut.
Dalam konteks perbankan, BRI memiliki peran untuk mendukung aktivitas ekonomi melalui akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi pelaku usaha. Dukungan ini juga perlu disertai edukasi serta pendampingan agar pelaku usaha mampu mengelola keuangan dan mengembangkan kegiatan produktifnya.
Baca juga: BRI Pagaralam Perkuat Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan Contact Center Nasional 2026
Bagi BRI Pagaralam, arahan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan dukungan perbankan di daerah dengan agenda penguatan pangan nasional. Pelaku usaha mikro dan sektor produktif membutuhkan akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, sekaligus pemahaman yang memadai dalam memanfaatkan fasilitas perbankan.
Akhmad menjelaskan, pemerintah perlu memberikan kepastian kebijakan, dukungan infrastruktur, serta program yang mendorong kegiatan usaha. Sementara itu, masyarakat diharapkan aktif mengambil peluang ekonomi ketika tersedia insentif yang mendukung.
Perbankan, lanjutnya, tidak hanya berperan dalam pembiayaan, tetapi juga menyediakan layanan transaksi, meningkatkan literasi keuangan, dan mendampingi pelaku usaha.
“Perbankan akan masuk di semua lini dengan mengikuti program pemerintah dan tetap saja kita harus menjaga bagaimana peran bank, termasuk di dalamnya jasa, transaksi keuangan, literasi, pendampingan, juga dukungan-dukungan literasi,” ujarnya.
Baca juga: BRI Pagaralam Dukung UMKM Berkembang, Perluas Usaha dan Buka Peluang Kerja Baru
Pendekatan tersebut menempatkan pembiayaan sebagai salah satu unsur dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Akses modal perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang dan menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Melalui peran jaringan BRI di daerah, dukungan terhadap sektor produktif diharapkan dapat ikut memperkuat rantai usaha pangan dan protein. Namun, pelaksanaan dukungan di tingkat lokal tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha serta program yang dijalankan.
Akhmad berharap keterlibatan berbagai pihak dapat mendorong pertumbuhan industri pangan dan protein nasional. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, perbankan, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut.
“Saya rasa seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam program swasembada protein ini,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, BRI Pagaralam diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam mendukung usaha produktif di daerah melalui layanan perbankan yang relevan, sekaligus menyelaraskan peran tersebut dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. (**)







