Baturaja, Sumselupdate.com – Setelah kurang lebih satu bulan pembangunan jembatan gantung di Desa Lubuk Rukam, Dusun VI Sumber Sari, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, yang merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), telah selesai dibangun.
Jembatan gantung sepanjang 130 meter dengan lebar dua meter, sebagai penghubung ke pusat desa atau kecamatan.
“Masyarakat di Dusun VI terisolir ini, sejak 1994 atau 22 tahun lalu sulit untuk akses jalan. Untuk menuju pusat desa dan kecamatan, mereka harus menempuhnya selama 2 jam. Sekarang, dalam hitungan menit saja sudah sampai,” ujar Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M Taufik, usai menutup kegiatan TMMD ke-96 (2016) Kodim 0403 OKU, yang dipusatkan di Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, OKU, Selasa (1/6).
Jenderal bintang satu ini menjelaskan, kegiatan TMMD merupakan upaya TNI dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan terlibat langsung pembangunan desa. Salah satunya jembatan gantung ini, bersama pemerintah dan warga sekitar yang saling bahu-membahu.
“Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Setelah sekian lama terisolir dan sulit menjual hasil bumi. Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa ke-96 2016 Kodim 0403 OKU, yang bertemakan ‘Dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa, kita wujudkan percepatan desa membangun Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan rakyat’ tersebut, dihadiri Bupati OKU H Kuryana Azis, Asisten I Mirdaili serta sejumlah kepala SKPD, Kapolres AKBP Leo Andi Gunawan, Kajari Baturaja Sugeng Sumarno, Camat Peninjauan Feri Iswan, dan masyarakat sekitar.
Di kesempatan ini pula, TNI menggelar bhakti sosial pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat (balita dan orang jompo), donor darah, sunatan massal dan pelayanan KB gratis.
Hal tersebut tidak disia-siakan warga sekitar. Sekitar ratusan kaum ibu membawa anaknya dan juga para orang tua baik laki-laki maupun perempuan memadati tenda pelayanan kesehatan gratis. Selain itu, ikut meramaikan kesenian daerah Jawa Timur Reog Ponorogo, dan tari-tarian tradisional lainnya.
Bupati OKU, H Kuryana Azis menyampaikan, jika pembangunan tersebut akan terus ditingkatkan. Dirinya berjanji, akan membangun jalan cor menuju ke perkampung warga di Dusun VI, yang selama ini masih tanah dan jika musim hujan becek sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.
“Yang jelas ini belum selesai. Kita juga akan bangun jalan setapak penghubung di Dusun VI dikenal juga Kampung Bali, karena penduduknya mayoritas masyarakat Bali (transmigrasi). Jalan setapak ini, juga sudah kita koordinasi dengan pemerintah desa. Belum lagi, desa juga punya anggaran sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga H Helman memaparkan kontruksi jembatan gantung tersebut, panjang 130 meter dengan lebar 2 meter. Jembatan ini merupakan penghubung yang hanya dapat dilalui satu unit kendaraan roda dua dengan beban maksimal 500 kilogram dan orang dengan jumlah 5 orang.
“Sistem struktur sendiri, bawah tiang pilon pipa baja diameter 9,5 inchi, ikatan angin pada tiang pilon pipa baja diameter 4 inchi, bandul menggunakan profil I NP, pondasi menggunakan beton K 250. Adapun struktur atas, lantai kayu kelas III, kabel (sling) utama menggunakan sling baja diameter 1,5 inchi, sling pengaku menggunakan sling baja diameter 1,0 inchi, railing menggunakan kabel sling baja diameter 0,5 inchi, dan besi penggantung menggunakan besi bertulang diameter 10 mm,” paparnya di hadapan Kesdam dan Bupati. (yan)











