Batam, Sumselupdate.com – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menegaskan diperlukan perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hal tersebut disampaikan Anisbsaat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/12/2025).
Anis menjelaskan, KUR merupakan program pemerintah yang dirancang untuk mempermudah UMKM memperoleh pembiayaan. Namun, masih banyak pelaku usaha ultra mikro belum mampu mengakses fasilitas tersebut.
“Banyak UMKM kita kesulitan mendapatkan pembiayaan dan pemerintah sudah memberikan program ini. Tapi memang masih banyak yang ultra mikro juga kesulitan mendapatkan akses KUR itu,” ujar Anis usai pertemuan.
Terkait kebijakan pembebasan agunan untuk pinjaman KUR di bawah Rp100 juta, Anis menyatakan dukungan penuh. Langkah tersebut akan membuka ruang lebih besar bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan murah dan terjangkau.
“Jika di bawah 100 bebas agunan tentu kita dukung. Ini akan memudahkan UMKM mendapatkan akses pembiayaan dengan bunga rendah. Semakin banyak UMKM mendapatkan pembiayaan, mudah-mudahan usaha mereka makin berkembang,” jelasnya.
Legislator Dapil Jakarta I ini menekankan, program pembiayaan pemerintah tidak hanya terbatas pada KUR. Pelaku usaha ultra mikro yang masih sangat kecil, dapat memanfaatkan program seperti PNM Mekar yang memiliki skema lebih ringan dan mudah dijangkau.
“Program pemerintah untuk pembiayaan tidak hanya KUR. Untuk yang masih kecil bisa ikut PNM Mekar, program ultra mikro yang lebih ringan bagi mereka,” tambahnya.
Selain akses pembiayaan, Anis menilai pembinaan dan pendampingan menjadi aspek krusial dalam meningkatkan kapasitas UMKM.
Dia menekankan, UMKM umumnya memiliki kedisiplinan yang baik dalam pengajuan maupun pembayaran pembiayaan, sehingga pendampingan yang tepat dapat membantu mereka naik kelas.
“UMKM ini harus dibina, dan sekarang sudah ada kementerian menangani. Rata-rata mereka disiplin dalam pembayaran. Namun tetap butuh pendampingan serius agar pembiayaan benar-benar berdaya guna dan meningkatkan kemampuan usaha mereka,” tuturnya.
(**)











