Alhamdulillah, Bansos Rastra di Muaraenim Gratis

Rabu, 7 Februari 2018
Rapat persiapan pelaksanaan program bansos rastra bagi KPM di Kantor Bappeda Muaraenim.

Muaraenim, Sumselupdate.comBeras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya ditebus Rp 1.600 per kg oleh keluarga penerima manfaat (KPM), mulai 2018 ini tidak lagi dikenakan biaya alias gratis. Hanya saja jumlah rastra yang akan diterima berkurang 5 kg dari 15 kg menjadi 10 kg/bulan per KPM.

Menurut Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Muaraenim H Ibrahim Ilyas, program bantuan sosial (Bansos) digelontorkan sebagai upaya meminimalisasi harga beras yang saat ini melambung tinggi tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Read More

“Pemerintah berharap dengan adanya bansos rastra ini, akan berdampak pada penurunan harga beras di pasaran,” kata Ibrahim, saat membuka rapat persiapan pelaksanaan program bansos rastra bagi KPM di ruang rapat Pangripta Nusantara, kantor Bappeda Muaraenim, Rabu (7/2/2018).

Diungkapkan Ibrahim, rastra yang akan didistribusikan nanti berjenis medium. Tahun 2018 ini akan disalurkan kepada 35.465 KPM. “Penyaluran rastra ini akan dilakukan setiap bulan paling lambat setiap tanggal 25 bulan berjalan,” bebernya.

Selanjutnya, peserta Program Keluarga Harapan (PKH) harus mendapatkan bansos rastra dan tidak boleh dikeluarkan dari Daftar Penerima Manfaat (DPM).

”Yang dapat diganti atau dikeluarkan dari DPM ada empat kategori, yaitu KPM pindah alamat ke luar desa/kelurahan, KPM yang seluruh anggota keluarganya meninggal, KPM tercatat ganda, dan KPM menolak bansos rastra,” urai dia.

Sedangkan keluarga yang bisa dimasukkan menjadi KPM pengganti harus masuk Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DT-PPFM) dan dianggap layak berdasarkan musyawarah desa/kelurahan atau kecamatan. “Untuk pendistribusian perdana bulan Januari 2018, tiga kecamatan dulu, meliputi Kecamatan Muaraenim, Lawang Kidul, dan Ujanmas,” ujarnya.

Ibrahim mengingatkan, pemerintah desa/kelurahan atau pelaksana program bansos rastra jangan coba-coba menarik biaya terhadap pendistribusian tersebut. “Tim koordinasi (Tikor) sudah pasang mata dan telinga di mana-mana, jadi jangan main-main. Kalau sampai ditemui pungli terhadap pendistribusian bansos rastra ini, tanggung sendiri akibatnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muaraenim Rustam Effendi, menjelaskan bansos rastra digratiskan lantaran pendistribusian dari gudang Perum Bulog Subdrive Lahat sampai ke kantor kecamatan telah ditanggung oleh Bulog, sedangkan dari kecamatan hingga ke titik sebar (kantor desa-red) ditanggung Pemkab Muaraenim.

“Semoga dengan adanya program bansos rastra ini dapat mengurangi beban pengeluarakan KPM, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdrive Lahat, Yones Ariandi Kurniawan, mengatakan pada saat pendistribusian, beras sudah dikemas dalam karung ukuran 10 kg.  Sehingga jika masih beredar rastra dengan kemasan karung 15 kg dirinya menghimbau agar tidak diterima. “Mohon jangan diterima, dan tolong laporkan kepada kami. Karena dapat dipastikan itu bukan dari gudang kami,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ia menuturkan bahwa pendistribusian bansos rastra setiap bulannya tidak harus menunggu akhir bulan atau tanggal 20. Karena pihaknya siap menyalurkan rastra lebih cepat, namun dengan catatan surat perintah penyaluran (SPP) dari Dinas Sosial sudah dikeluarkan. “Kalau sudah ada SPP-nya akan langsung kami distribusikan, tidak harus menunggu tanggal 20,” tukas dia. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts