Palembang, Sumselupdate.com – Sedikitnya 51 titik daerah rawan longsor di sepanjang jalur Lintas Tengah di wilayah Sumatera Selatan. Jumlah itu bahkan dikhawatirkan akan semakin bertambah, menyusul daerah potensi longsor yang belum dikelola secara optimal. Demikian Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan.
Kasatker PJN II Sumsel, Yudian Budhi Krishna, Jumat (8/12/2017) mengungkapkan, daerah rawan longsor perlu perhatian khusus karena dampaknya tidak hanya bagi kelancaran arus lalulintas namun juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Yudian mengatakan, pihaknya belum bisa berbuat banyak dengan kondisi anggaran yang terbatas. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih berat, PJN hanya memasang rambu di titik rawan longsor agar pengguna jalan lebih waspada.
“Ada skala prioritas sehingga kami harus memilah mana yang lebih mendesak tapi bila.kondisi ini berlangsung cukup lama maka biaya yang akan dikeluarkan akan lebih besar. Misalnya, longsor yang hanya satu meter bisa menjadi tiga meter. Tentu cost-nya akan semakin besar,” ujar Yudian.
Menurut Yudian, salah satu titik rawan longsor yang cukup mengkhawatirkan berada di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU). Perbaikan di kawasan tersebut diakui tidak mudah karena masih terkendala pembebasan lahan.
“Untuk melakukan sesuatu, kami masih lakukan pendekatan dengan melibatkan Pemda dan BPN setempat,” tukasnya.
Yudian berharap, warga dapat mendukung proses pembebasan lahan agar perbaikan dapat berjalan sesuai target penyelesaian. Untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan, perbaikan jalan juga dilakukan dengan memangkas tikungan tajam.
“Ke depan kami juga akan terus mendata daerah yang musti mendapat prioritas hingga yang dianggap masih skala perawatan,” pungkasnya. (adi)











