PALI, Sumselupdate.com – Jangan pernah melupakan jasa para pahlawan. Mungkin ini pesan singkat untuk menggambarkan kondisi saat ini, di mana pada momen Hari Pahlawan masih banyak legiun veteran yang harus kita perhatikan.
Kasnan, pria berusia 85 tahun ini merupakan saksi sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan negara ini sampai tahun 1947 di Kabupaten PALI dan Kabupaten Muaraenim.
Laki-laki yang sudah lanjut usia ini, semangatnya masih tampak berkobar dari suaranya yang masih lantang ketika diwawancarai sejumlah media, Kamis (10/11/2016) usai melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan Kabupaten PALI.
Ia adalah satu-satunya pejuang tercatat di Dinas Sosial Kabupaten PALI yang masih hidup. Menurut Kasnan, dirinya tidak langsung ikut bertempur melawan penjajah Belanda, melainkan bertugas sebagai penyuplai makanan bagi para pejuang di medan tempur.
“Ssaat itu umur saya masih 14 tahun, markas kami di Muaraenim. Setelah kemerdekaan di proklamirkan pada 17 Agustus 1945, penjajah kembali datang dan ingin menguasai kembali negeri ini. Tentu kedatangan penjajah mendapat perlawanan dari warga Indonesia, termasuk di kabupaten ini dan puncaknya pada 10 November 1945,” kenang pria yang kini tinggal di Talang Ubi itu.
Walau bertugas sebagai pemasok makanan bagi pejuang, namun perjuangannya termasuk yang sangat beresiko, karena tiap hari harus mengirim logistik, bahkan harus masuk ke tengah-tengah pertempuran guna memenuhi pasokan makanan.
“Dini hari kami harus menyiapkan makanan dan siangnya harus mengantar makan dan minum ke tengah medan tempur. Bahkan yang paling beresiko ketika menjemput bahan makanan, kami harus kucing-kucingan dengan penjagaan ketat kolonial Belanda dengan senjata lengkap,” sambungnya.
Pecah perang di Surabaya, pada 10 November, 71 tahun silam, lanjut Kasnan, imbasnya sampai ke Muaraenim dan PALI.
“Saat itu kami berjuang sekuat tenaga melawan meriam dan mobil panser, sedangkan senjata kami hanya bambu runcing. Tekad kami Merdeka atau Mati, saya masuk ke tengah pertempuran mengecek persediaan makanan, terutama air minum. Tidak sedikit teman-teman gugur terkena peluru, tapi kami tak gentar,” urainya.
Kasnan berpesan, agar generasi muda sekarang harus bisa meneruskan perjuangan dan bisa mengisinya dengan prestasi serta karja nyata yang bisa mengangkat nama bangsa ini. “Apalagi PALI ini masih baru. Pemuda harus berkreasi sebagai wujud perjuangan masa kini, agar PALI bisa cepat maju dan menjadi terdepan di Sumsel. Tetap semangat dan tunjukan bahwa kita bisa,” pesannya. (adj)











