Palembang, Sumselupdate.com – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) akan memasuki tahapan pengerjaan di atas Sungai Musi, oleh karenanya akan ada penutupan jalur tersebut untuk proses percepatan pengerjaan.
Kepala Bidang LLAJ dan Perkeretaapian, Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan (Dishubkominfo Prov Sumsel) Sudirman, Jumat mengatakan untuk pengerjaan di atas Sungai Musi tersebut maka pada tanggal 1 November 2016 jalur pelayaran akan ditutup.
Penutupan itu dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas di Sungai Musi, agar di jam tertentu tidak menggangu aktivitas di jalur tersebut. Sehingga semua bisa berjalan sesuai yang diharapakan.
“Agar pelaksanaan pengerjaan berjalan dengan lancar maka kita akan membentuk tim terpadu, Posko di Sungai Musi untuk mengantisipasi kecelakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Sudirman menyampaikan, untuk perizinan di wilayah sungai pihaknya akan segera mengeluarkannya sebelum pelaksanaan pengerjaan.
“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari kementerian harus mengawasi pengerjaan di Sungai Musi. Karena pengerjaan ini berbeda dengan di darat. Kalau di darat bila ada kemacetan bisa ada jalan alternatif tidak seperti di sungai bila macet akan berhenti semua,” katanya.
Ditambahkannya, jangan sampai Sungai Musi tertutup, terutama jalur tengah jangan sampai tertutup. Jalur tengah akan ditutup terakhir dari pengerjaan.
“Di Sungai Musi ada 4 jalur/arus, pada saat pengerjaan akan dibuat jembatan yang lebih tinggi agar pada saat pasang tidak mengganggu dari angkutan sungai seperti ketek dan tongkang. Sementara untuk angkutan yang lebih besar seperti batubara tetap menggunakan jalur tengah Sungai Musi,” pungkasnya. (adi)











