Nias Selatan, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengambil langkah krusial dalam menjaga ketahanan pangan daerah dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Final Uji Publik Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Forum Group Discussion (FGD) Uji Publik Tahap Akhir terkait Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). Agenda utama adalah finalisasi naskah dan penjaringan masukan terakhir sebelum dibawa ke tahap legislasi.
Dihadiri langsung Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache, ST., MM., Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla., BPN Nias Selatan, Mantan Sekda Nias Selatan Ikhtiar Duha.
Peserta forum terdiri dari Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah teknis, para Camat, Kepala Desa, PAPDESI, tokoh adat, tokoh masyarakat, KTNA, petani dan Tim Penyusun Naskah Akademik
Untuk memberikan kepastian hukum terhadap status penguasaan lahan, mencegah alih fungsi lahan pertanian secara masif, serta menjamin ketersediaan lahan pangan berkelanjutan di Nias Selatan. Ranperda ini menjadi payung hukum untuk pengendalian, sanksi, dan pemulihan fungsi lahan.
Forum dilaksanakan melalui pemaparan draf Ranperda oleh Tim Penyusun, dilanjutkan sesi diskusi terbuka untuk menjaring pandangan, tanggapan, saran dan masukan.
Hasil akhir forum dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani bersama oleh perwakilan unsur yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama.
Kesimpulan penting dari FGD ini antara lain ;
- Delineasi dan Luasan Lahan Ditetapkan: KP2B seluas 5.689,34 Ha di 35 Kecamatan, LP2B seluas 2.639,11 Ha di 22 Kecamatan, dan LCP2B seluas 458,81 Ha di 15 Kecamatan.
- Kepastian Status Penguasaan dan Hak Atas Tanah.
- Pemutakhiran Data dan Penambahan Luasan LP2B.
- Pengendalian Alih Fungsi, Sanksi, dan Pemulihan Fungsi Lahan.
- Penyempurnaan dan Tindak Lanjut Ranperda.
Pada forum tersebut Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache berharap dengan digelarnya FGD Final ini dapat menghasilkan data akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. (**)







