Palembang, Sumselupdate.com — Seorang pria lanjut usia bernama Azawani (64), dilaporkan tenggelam di sungai Musi, tepatnya di bawah jembatan Musi IV Palembang, pada Rabu (21/10/2026) malam, sekitar pukul 22.20 WIB.
Kantor Basarnas Palembang, yang mendapati laporan adanya korban tenggelam, menerjunkan tim rescue bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian SAR gabungan.
Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, membenarkan adanya peristiwa orang tenggelam di bawah jembatan Musi IV Palembang.
“Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melaksanakan operasi SAR. Pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan menyisir permukaan sungai secara visual,” ujar Raymond, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologis kejadian bermula pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, korban berangkat menuju jembatan Musi IV dengan diantar keponakannya untuk melihat anaknya yang bekerja menyelam mencari barang antik di dasar Sungai Musi.
Baca juga: Laporan Pemerintah Australia: Risiko Bunuh Diri Veteran Tetap Tinggi Meski Menurun
Setibanya di lokasi atas jembatan Musi IV, korban berpesan kepada keponakannya agar dijemput sekitar pukul 19.00 WIB. Namun sekitar pukul 18.30 WIB, saat anak dan keponakannya datang menjemput, korban tiba-tiba melompat ke sungai.
“Melihat korban melompat ke sungai, anak dan keponakan korban segera berupaya mencari korban menggunakan perahu getek. Namun korban diduga tenggelam akibat derasnya arus Sungai Musi,” jelas Raymond.
Tak lama kemudian, masih kata Raymond, pihaknya mendapati laporan adanya korban tenggelam. Lalu pihaknya langsung melaksanakan operasi SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban.
Baca juga: DK PBB Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad yang Tewaskan Lebih dari 30 Orang
Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan air secara visual dengan luas area sekitar 6 kilometer persegi yang dibagi menjadi dua sektor. Tim menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet untuk menjangkau area pencarian.
“Hingga Kamis (22/10/2026) pagi, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan terus melanjutkan upaya pencarian, hingga korban berhasil ditemukan,” tutupnya. (**)







