Reses NasDem Pagaralam Soroti Jalan Rusak, Air Bersih, Pasar Dempo Permai hingga Sekolah

Writer: - Jumat, 16 Oktober 2026
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Pagaralam menyampaikan laporan hasil Reses Tahap II Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna IX DPRD Kota Pagaralam, Selasa (13/10/2026). Berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dari tiga daerah pemilihan meliputi perbaikan jalan, penyediaan air bersih, penataan pasar, serta peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Persoalan jalan lingkungan, ketersediaan air bersih, penataan pasar, hingga pelayanan pendidikan dan kesehatan menjadi sejumlah aspirasi masyarakat yang dihimpun Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Pagaralam dalam Reses Tahap II Tahun 2026.

Aspirasi dari tiga daerah pemilihan (dapil) tersebut disampaikan dalam laporan pada Rapat Paripurna IX DPRD Kota Pagaralam, Selasa (13/10/2026). Berbagai persoalan yang disuarakan masyarakat diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.

Read More

Berdasarkan dokumen laporan yang ditelaah Sumselupdate.com, kegiatan reses berlangsung pada 22–27 Agustus 2026, baik secara mandiri maupun berkelompok.

Aspirasi yang dihimpun tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga ketertiban kawasan perdagangan, keamanan lingkungan, pengelolaan limbah, serta akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Penataan Pasar Dempo Permai Jadi Sorotan

Persoalan penataan kawasan Pasar Dempo Permai dan sekitarnya, termasuk Pasar Kambing serta kawasan Masjid Raya, menjadi salah satu perhatian dalam laporan reses Dapil I.

Fraksi NasDem menyoroti pengelolaan parkir yang dinilai masih perlu dibenahi. Keluhan yang tercatat dalam laporan meliputi ketidakjelasan titik parkir, pungutan tanpa karcis resmi, hingga pembayaran parkir berulang yang dirasakan pedagang tetap.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Fraksi NasDem meminta Dinas Perhubungan menyosialisasikan lokasi parkir resmi serta memastikan petugas menggunakan identitas dan memberikan karcis yang sah.

Selain parkir, persoalan bongkar muat barang, pungutan uang keamanan, biaya kebersihan, dan keterbatasan toilet umum turut disampaikan dalam laporan.

Fraksi NasDem juga menilai perlu adanya pengaturan waktu yang jelas antara aktivitas pedagang pagi dan pedagang malam atau Pasar Mambo. Pengaturan tersebut diharapkan dapat menciptakan ketertiban tanpa merugikan pedagang yang beraktivitas pada waktu berbeda.

Dalam laporan itu, Pasar Dempo disebut sebagai etalase Kota Pagaralam sehingga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan perdagangan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Jalan Lingkungan dan Air Bersih Masih Dibutuhkan

Selain penataan pasar, pembangunan infrastruktur dasar menjadi aspirasi yang berulang di sejumlah wilayah Kota Pagaralam.

Di Kecamatan Pagaralam Utara, warga Kampung Mekar Jaya mengusulkan pengerasan jalan di RT 24 RW 07, Kelurahan Pagaralam, dengan perkiraan penerima manfaat sekitar 88 kepala keluarga.

Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan penerangan jalan, perbaikan saluran air, serta pembangunan tembok penahan untuk mengantisipasi masuknya banjir ke rumah warga ketika hujan deras.

Sementara itu, aspirasi dari Kecamatan Pagaralam Selatan mencakup pembangunan jalan cor beton, pengaspalan jalan lingkungan, pemasangan lampu penerangan, pembangunan dan normalisasi drainase, serta penyediaan air bersih melalui sumur bor.

Salah satu usulan yang disampaikan ialah pembangunan jalan di Dusun Nusa Indah, RT 2 RW 4, Kelurahan Tebat Giri Indah. Di sejumlah titik lainnya, warga meminta perbaikan jalan dan drainase karena kawasan tersebut kerap mengalami genangan saat hujan.

Kebutuhan serupa juga muncul dari masyarakat di Kecamatan Dempo Utara, Dempo Tengah, dan Dempo Selatan. Usulan yang disampaikan antara lain perbaikan jalan lingkar, jalan usaha tani, jalan produksi pertanian, jaringan irigasi, serta penyediaan air bersih.

Berbagai aspirasi tersebut memperlihatkan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar untuk menunjang mobilitas warga, mengurangi risiko genangan, serta mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian.

Kapasitas Sekolah dan Fasilitas Puskesmas Dievaluasi

Pada sektor pendidikan, Fraksi NasDem menyoroti kapasitas sekolah negeri di Kecamatan Pagaralam Utara yang dinilai belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP negeri.

Melalui laporan reses yang berkaitan dengan SMP Negeri 2 Pagaralam, fraksi tersebut meminta Dinas Pendidikan mengkaji kemungkinan penambahan SMP negeri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

Laporan itu juga memuat aspirasi mengenai dukungan anggaran pendidikan, pengadaan aset penunjang operasional sekolah, serta penganggaran gaji guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di bidang kesehatan, Fraksi NasDem mendorong peningkatan sarana dan prasarana puskesmas. Penerapan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga diminta untuk dipertimbangkan sebagai salah satu upaya memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.

Perhatian khusus turut diberikan terhadap kondisi Puskesmas Perandonan. Sejumlah persoalan yang disoroti meliputi drainase, limbah rumah tangga, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah medis, serta kerusakan sejumlah fasilitas bangunan.

Pengelolaan limbah medis menjadi catatan penting karena penanganan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Aspirasi UMKM, Pertanian, dan Lingkungan

Secara keseluruhan, laporan hasil reses Fraksi NasDem dari tiga dapil juga mencakup kebutuhan penguatan ekonomi masyarakat, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan sektor pertanian, pengelolaan lingkungan, serta penyediaan fasilitas sosial dan olahraga.

Fraksi NasDem berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti berbagai masukan tersebut dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, urgensi persoalan, perencanaan pembangunan, dan kemampuan anggaran daerah.

Dalam bagian penutup laporan pada Rapat Paripurna IX DPRD Kota Pagaralam, Fraksi NasDem menyebut hasil reses tersebut diharapkan menjadi “catatan kritis dan acuan utama bagi Pemerintah Kota Pagaralam untuk merealisasikan pembangunan yang merata.”

Berbagai aspirasi tersebut selanjutnya perlu dikaji dan diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah. Dengan demikian, hasil reses tidak hanya menjadi laporan formal di forum legislatif, tetapi juga dapat menjadi bahan perencanaan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Pagaralam.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts