OJK dan Pemprov Sumsel Dorong Ekspor, Pengusaha Muda Catat Kesepakatan Rp306,34 Miliar

Writer: - Jumat, 16 Oktober 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan tujuh kesepakatan perdagangan internasional oleh pengusaha muda Sumatera Selatan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Kesepakatan tersebut memiliki potensi nilai sekitar Rp304,14 miliar. (Dok. OJK Sumsel)

Tangerang, Sumselupdate.com – Pengusaha muda Sumatera Selatan mencatatkan tujuh kesepakatan perdagangan internasional dengan total potensi nilai mencapai Rp306,34 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel, dan industri jasa keuangan dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan melalui program 100.000 Sultan Muda Sumsel.

Read More

TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Dalam kegiatan tersebut, pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Sumsel turut memperkenalkan produk unggulan daerah melalui stan pameran sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan mitra bisnis internasional.

Tujuh kesepakatan tersebut melibatkan empat perusahaan asal Sumatera Selatan yang menawarkan beragam komoditas, mulai dari kerupuk, lada, kelapa segar, arang tempurung kelapa, hingga biji kopi.

PT Awan Crackers Food Indonesia mencatatkan tiga kesepakatan perdagangan. Pertama, kerja sama dengan Lunchuan Gaosheng Trading Company asal Tiongkok untuk memasok kerupuk udang sebanyak 25 ton per bulan dengan nilai Rp11,3 miliar per tahun.

Perusahaan tersebut juga menjalin kesepakatan perdagangan lada hitam dan lada putih dengan JIN JIH BAO AN asal Taiwan senilai Rp15 miliar per tahun. Sementara itu, kerja sama dengan Guangzhou LJ International Trade Co., Ltd. asal Tiongkok untuk komoditas kerupuk memiliki potensi nilai USD1 juta per tahun.

Selanjutnya, PT Razade Coconut Indonesia menjalin dua kesepakatan perdagangan kelapa segar dengan perusahaan asal Tiongkok, yakni Hainan Yezhenxiang Food Co., Ltd. dan Wenchang Giant Trade Co., Ltd. Masing-masing kesepakatan bernilai USD4,5 juta per tahun, sehingga total potensi nilainya mencapai USD9 juta per tahun.

PT Fornax Charcoal International juga menjalin kerja sama dengan Urus Ltd asal Rusia untuk komoditas arang tempurung kelapa. Kesepakatan tersebut memiliki potensi nilai hingga USD5 juta sampai akhir 2027.

Sementara itu, PT Agri Ekspor Indonesia menjalin kesepakatan perdagangan biji kopi dengan Kontinent LLC asal Rusia. Nilai potensial kerja sama tersebut mencapai USD523.392 hingga akhir 2027.

Penandatanganan kesepakatan perdagangan itu disaksikan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dalam rangkaian TEI 2026.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak perdagangan dan realisasi ekspor yang berkelanjutan. Dengan demikian, komoditas unggulan Sumatera Selatan berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha daerah.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan program 100.000 Sultan Muda Sumsel dalam meningkatkan daya saing pengusaha muda dan membuka peluang ekspor.

“Kesepakatan perdagangan ini menunjukkan bahwa pengusaha muda Sumatera Selatan memiliki kapasitas dan daya saing untuk menjangkau pasar global. Keberhasilan ini juga mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi OJK, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, HIPMI, dan industri jasa keuangan dalam mengembangkan ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel, sehingga semakin banyak pengusaha muda mampu meningkatkan skala usaha, memperluas akses pasar, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Arifin.

Dalam kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perdagangan berperan mendukung promosi produk unggulan dan perluasan akses pasar ekspor. Sementara itu, OJK Sumsel bersama industri jasa keuangan mendorong peningkatan akses pembiayaan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk menunjang pengembangan usaha.

HIPMI Sumsel turut memperkuat jejaring bisnis dan kemitraan antarpengusaha muda agar pelaku usaha daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau pasar internasional.

Program 100.000 Sultan Muda Sumsel sendiri menjadi wadah pengembangan kewirausahaan muda melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, penguatan jejaring bisnis, serta pemanfaatan layanan sektor jasa keuangan. Program ini juga didukung keberadaan Sultan Muda Sumsel Center sebagai ruang kolaborasi bagi pengusaha muda dan para pemangku kepentingan.

Ke depan, OJK Sumsel bersama Pemprov Sumsel, HIPMI Sumsel, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat sinergi untuk mendorong lahirnya pengusaha muda yang inovatif dan berdaya saing global.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas peluang ekspor, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts