IQAir Palembang Tembus 629, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Mata Perih akibat Kabut Asap

Writer: - Jumat, 16 Oktober 2026
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Jumat (16/10/2026) pagi. Data pemantauan IQAir yang dikutip dalam laporan mencatat angka kualitas udara mencapai 629 di Musi 2, sementara warga mengeluhkan sesak napas dan mata perih. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada pada level berbahaya akibat kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (16/10/2026) pagi.

Berdasarkan data pemantauan IQAir yang dikutip dalam laporan ini, sejumlah wilayah di Palembang mencatat angka indeks kualitas udara yang sangat tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak paparan asap bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Read More

Pada pukul 05.00 WIB, angka indeks kualitas udara dilaporkan mencapai 699. Kabut asap masih terlihat tebal hingga pukul 07.00 WIB.

Wilayah Musi 2 mencatat angka 629, disusul Bukit dengan 529, Sukarami 501, dan Demang Lebar Daun 431. Angka-angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai, terutama apabila pengukuran menggunakan parameter dan skala yang sama.

Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga dikeluhkan warga karena abu sisa pembakaran beterbangan dan mengotori teras rumah. Warga turut merasakan keluhan kesehatan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari di luar ruangan.

Fitri, warga kawasan Angkatan 66, mengatakan paparan kabut asap membuat dirinya mengalami flu, demam, sakit kepala, serta mata perih.

“Selain flu berat dan demam, mata juga sangat perih. Pasti semua orang juga merasakan hal yang sama. Apalagi pengendara motor, itu tersiksa. Selain napas sesak, mata juga perih,” keluhnya.

Keluhan tersebut menggambarkan dampak yang dirasakan sebagian warga di tengah kondisi udara yang memburuk.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan berat lainnya.

Pemantauan kualitas udara secara berkala juga diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan Palembang menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dan kelompok rentan lainnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts