Kualitas Udara Palembang Kamis Sore Memburuk, Lima Titik Masuk Level Sangat Tidak Sehat

Writer: - Kamis, 15 Oktober 2026
Kualitas udara di Palembang pada Kamis sore menjelang malam, 15 Oktober 2026, berada pada level sangat tidak sehat. Masyarakat diimbau tetap waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir. (Foto; Sumselupdate.com/Muhammad Lubis)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang kembali berada pada level sangat tidak sehat menjelang malam, Kamis (15/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pukul 18.00 WIB, lima titik pemantauan mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di atas 200.

Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang memburuk berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Read More

Pantauan IQAir menunjukkan, indeks kualitas udara tertinggi tercatat di GP PLM dengan AQI 257. Sementara itu, titik Demang Lebar Daun mencatat AQI 250, Universitas Sriwijaya 248, Sukarami 243, dan Musi Dua Palembang 234.

Seluruh titik tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan skala AQI yang digunakan IQAir.

Kondisi udara pada sore menjelang malam juga dilaporkan tampak kekuningan dan disertai hujan abu. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir, terutama untuk melihat perubahan kondisi pada malam hari hingga dini hari.

GP PLM Catat AQI Tertinggi

Dari lima titik pemantauan, GP PLM menjadi lokasi dengan indeks kualitas udara tertinggi, yakni 257. Disusul Demang Lebar Daun dengan AQI 250 dan Universitas Sriwijaya sebesar 248.

Sementara itu, Sukarami mencatat AQI 243 dan Musi Dua Palembang berada di angka 234.

Angka tersebut merupakan hasil pantauan pada pukul 18.00 WIB. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan sumber pencemaran, sehingga masyarakat perlu memantau pembaruan data secara berkala.

Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit pernapasan atau gangguan jantung perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama apabila berlangsung dalam konsentrasi tinggi.

Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan respirator seperti masker N95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus.

Warga juga diminta memperhatikan gejala seperti batuk yang memburuk, iritasi saluran pernapasan, atau sesak napas. Jika mengalami keluhan serius, segera cari pertolongan medis.

Pengendara Diminta Waspada

Selain berdampak terhadap kesehatan, kondisi udara yang berkabut juga perlu diwaspadai pengguna jalan apabila mengurangi jarak pandang.

Pengendara sepeda motor maupun mobil diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan ketika kondisi jalan atau jarak pandang menuntutnya.

Pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan apabila jarak pandang sangat terbatas. Jika kondisi memburuk, carilah tempat berhenti yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui IQAir pada malam hingga dini hari, mengingat kondisi polusi dapat berubah dari waktu ke waktu.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts