Dinkes Pagaralam Catat 562 Kasus ISPA Selama September 2026, Influenza Jadi Penyebab Utama

Writer: - Kamis, 15 Oktober 2026
Kualitas udara di Kota Pagaralam menjadi perhatian di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam mencatat 562 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama September 2026. Kasus tersebut tersebar di tujuh puskesmas, dengan 111 kasus di antaranya terjadi pada kelompok anak usia 1–5 tahun.

Di tengah kondisi kualitas udara yang menjadi perhatian akibat kabut asap, Dinkes Kota Pagaralam mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan. Namun, Dinkes menegaskan bahwa influenza merupakan penyebab utama ISPA berdasarkan keterangan kepala dinas, sehingga peningkatan kasus tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan paparan asap.

Read More

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Ali Akbar Fitriansyah, mengatakan data tersebut dihimpun dari laporan rutin puskesmas yang dipantau setiap minggu.

“Memang ada peningkatan kasus ISPA berdasarkan laporan mingguan dari puskesmas yang kami pantau. Namun, penyebab utama ISPA adalah influenza, bukan kabut asap,” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi selama September 2026, dari total 562 kasus ISPA, sebanyak 111 kasus ditemukan pada kelompok usia 1–5 tahun, sedangkan 451 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.

Puskesmas Siderejo mencatat jumlah kasus terbanyak, yakni 220 kasus. Berikutnya, Puskesmas Bandar dengan 128 kasus dan Puskesmas Sandar Angin sebanyak 78 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Bumi Agung mencatat 64 kasus, Puskesmas Pengaringan sebanyak 47 kasus, Puskesmas Pengandonan 13 kasus, dan Puskesmas Gunung Dempo sebanyak 12 kasus.

Data tersebut menunjukkan bahwa kasus ISPA ditemukan di seluruh wilayah pelayanan tujuh puskesmas yang masuk dalam rekapitulasi Dinkes Pagaralam.

Meski demikian, angka 562 kasus merupakan total laporan selama September 2026. Untuk mengetahui besaran kenaikan secara terukur, diperlukan data pembanding dari periode sebelumnya.

Ali Akbar mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta memperhatikan kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang perlu diwaspadai.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau gangguan pernapasan yang semakin memburuk disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dinkes Pagaralam juga terus memantau laporan dari puskesmas sebagai bagian dari upaya mengetahui perkembangan kasus ISPA dan mendukung penanganan kesehatan masyarakat.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kabut asap tanpa mengabaikan faktor penyebab ISPA lainnya. Dengan demikian, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan kesehatan masing-masing.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts