Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, semakin memburuk pada Kamis (15/10/2026) pagi. Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pukul 06.00 WIB, sejumlah titik pemantauan mencatat angka kualitas udara sangat tinggi, dengan Musi Dua mencapai 1.922.
Tingginya angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Data IQAir pukul 06.00 WIB menunjukkan, angka kualitas udara di kawasan Musi Dua mencapai 1.922. Sementara itu, Universitas Sriwijaya mencatat 1.951, GP PLM 1.914, Sukarami 1.447, dan Demang Lebar Daun 1.386.
Angka tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara yang serius di sejumlah titik pemantauan Kota Palembang. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi udara, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Warga disarankan membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika terpaksa keluar, masyarakat dianjurkan menggunakan respirator yang sesuai, seperti N95, untuk membantu mengurangi paparan partikel halus di udara.
Selain itu, masyarakat diminta memantau pembaruan kualitas udara melalui aplikasi IQAir serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari instansi terkait.
PM2.5 Berisiko Mengganggu Kesehatan
Tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi perhatian serius karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai bagian paru-paru.
Paparan polusi udara dalam konsentrasi tinggi dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta sesak napas. Risiko gangguan kesehatan juga dapat meningkat pada orang yang terpapar dalam waktu lama.
Masyarakat yang memiliki riwayat asma, penyakit paru kronis, maupun gangguan jantung perlu lebih berhati-hati karena polusi udara dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Anak-anak, bayi, lansia, dan kelompok rentan lainnya juga perlu mendapat perlindungan ekstra ketika kualitas udara memburuk.
Untuk mengurangi paparan, masyarakat disarankan menghindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan, menutup jendela ketika udara luar tercemar, serta menjaga agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.
Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang semakin berat, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Kondisi kualitas udara yang terus memburuk menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama. Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti panduan kesehatan dari instansi berwenang demi mengurangi risiko dampak polusi terhadap kesehatan.
(**)







