Bentrokan di Tepi Barat, Dua Warga Palestina Kritis dan Jurnalis Terluka dalam Operasi Israel

Writer: - Jumat, 16 Oktober 2026
Seorang pria Palestina memeriksa rumah yang hangus terbakar di Hawara, selatan Nablus, Tepi Barat bagian utara, menyusul serangan yang menurut laporan dilakukan oleh para pemukim Israel, pada 4 Desember 2024. (Xinhua/Ayman Nobani)

Ramallah, Sumselupdate.com – Sejumlah warga Palestina dan jurnalis dilaporkan terluka dalam bentrokan yang melibatkan warga Palestina, pasukan Israel, dan pemukim Israel di Tepi Barat pada Selasa (13/10/2026).

Menurut laporan Xinhua, Rabu (14/10/2026), pasukan Israel menyerbu Kompleks Medis Palestina di Ramallah dan menempatkan sejumlah penembak jitu di sekitar pintu masuk. Pasukan tersebut juga dilaporkan membatasi akses keluar-masuk fasilitas kesehatan itu.

Read More

Sejumlah sumber keamanan dan warga setempat mengatakan kepada Xinhua, pasukan Israel turut melakukan operasi di Kota al-Bireh, kawasan al-Tira, dan Kota Sarda, di sebelah utara Ramallah.

Dalam operasi tersebut, pasukan Israel dilaporkan berpatroli di jalan-jalan sambil menembakkan peluru tajam, peluru berlapis karet, dan gas air mata. Para jurnalis yang berada di lokasi juga dilaporkan menjadi sasaran.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan dua orang mengalami luka akibat tembakan peluru tajam dalam operasi militer Israel di Ramallah dan al-Bireh. Salah seorang korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Sementara itu, Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina menyebut tim medis mereka telah memberikan perawatan kepada dua orang yang terluka. Dua jurnalis juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Selain melakukan operasi di sejumlah wilayah, pasukan Israel dilaporkan menyerbu kantor Addameer, organisasi Palestina yang bergerak dalam pendampingan tahanan dan advokasi hak asasi manusia. Menurut sumber keamanan dan warga setempat, petugas menyita sejumlah peralatan dan dokumen dari kantor tersebut.

Hingga laporan ini disusun, pihak militer Israel belum memberikan komentar mengenai rangkaian insiden tersebut.

Serangan Pemukim Israel Meningkat

Di sisi lain, serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka dilaporkan semakin meningkat di sejumlah wilayah Tepi Barat.

Salah al-Khawaja, direktur kantor Komisi untuk Menolak Tembok dan Permukiman di wilayah tengah Tepi Barat, yang berada di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan sejumlah kelompok pemukim menerima pelatihan untuk menyerbu desa dan kota, membakar properti, serta menyerang warga menggunakan pisau dan senjata api.

Al-Khawaja memperingatkan bahwa keberadaan pemukim bersenjata meningkatkan risiko keamanan bagi warga Palestina, terutama para petani yang tengah menghadapi musim panen zaitun.

Ia juga menuding serangan tersebut bertujuan merebut tanah, sumber daya air, dan lahan penggembalaan, sekaligus memperketat pembatasan terhadap komunitas Palestina. Menurutnya, tindakan itu juga berpotensi mendorong pengungsian warga dan memperluas penguasaan wilayah permukiman Israel.

Lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel sejak 1967. Mereka hidup berdampingan dengan sekitar 3,4 juta warga Palestina.

Situasi tersebut terus menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil Palestina di wilayah pendudukan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts