Palembang, Sumselupdate.com – Universitas Terbuka (UT) Palembang membekali 1.416 calon wisudawan dengan pemahaman mengenai peluang dan tantangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia kerja melalui Seminar Akademik Wisuda Daerah, Selasa (13/10/2026).
Seminar bertajuk “Kecerdasan Buatan di Era Transformasi Digital: Peluang dan Tantangan bagi Lulusan Masa Depan” tersebut menghadirkan dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya (Unsri), Assoc. Prof. Dr. Firdaus, S.T., M.Kom., sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Daerah UT Palembang yang diikuti calon wisudawan dari berbagai program studi, mulai jenjang diploma, sarjana (S1), hingga magister (S2) dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi dengan AI agar lulusan mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan dan penilaian manusia.
“AI ini alat bantu untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Kita perlu berkolaborasi dengan AI agar tidak tertinggal dan mampu meningkatkan keterampilan. Namun, hasilnya tetap harus diverifikasi terlebih dahulu, tidak bisa serta-merta diterima begitu saja,” jelasnya.
Ia menerangkan, perkembangan AI tidak hanya memunculkan kemungkinan otomatisasi sejumlah pekerjaan, tetapi juga mengubah pembagian tugas dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan maupun organisasi.
Pekerjaan yang bersifat rutin berpotensi semakin banyak diotomatisasi. Sementara itu, kemampuan analitis, pemecahan masalah, literasi digital, komunikasi, dan kolaborasi menjadi semakin penting. Dampaknya dapat berbeda, bergantung pada sektor pekerjaan serta cara teknologi tersebut diterapkan.
Karena itu, Firdaus mengingatkan para lulusan agar tidak bersikap antipati terhadap perkembangan AI. Sebaliknya, mereka perlu mempelajari dan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat untuk menunjang produktivitas dan meningkatkan daya saing.
Selain keterampilan digital dan literasi AI, lulusan juga perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, serta adaptasi terhadap perubahan. Ia turut menekankan pentingnya etika, perlindungan privasi, akuntabilitas, dan pengawasan manusia dalam penggunaan AI.
Firdaus mendorong calon wisudawan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, pembelajaran berkelanjutan, dan pengalaman mengerjakan proyek nyata. Dengan demikian, lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, M.M., mengatakan tema AI relevan dengan perkembangan zaman karena teknologi tersebut semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari menulis dan menerjemahkan hingga mencari ide serta menyusun laporan pekerjaan.
Menurutnya, perkembangan AI membuka peluang bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses terhadap pengetahuan. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan UT dengan dukungan teknologi.
“Transformasi digital bukan hal yang asing bagi kita. Kehadiran AI membuka peluang semakin besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, serta membantu mahasiswa dan alumni menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak menggantikan kemauan belajar, integritas, dan kerja keras. AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan tanggung jawab individu.
Tair berharap para calon wisudawan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Jangan takut menghadapi perubahan teknologi. Teruslah belajar dan beradaptasi, serta jadilah insan yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Ia juga berharap para lulusan dapat menjadi duta informasi yang memperkenalkan UT Palembang kepada masyarakat luas sekaligus mendukung perluasan akses pendidikan tinggi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Redi Pirmansyah, S.H., M.H., menjelaskan seminar akademik tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Wisuda Daerah UT Palembang.
Menurut Redi, seminar diikuti 425 peserta secara luring dan sekitar 1.000 peserta secara daring. Partisipasi daring disediakan untuk mengakomodasi peserta yang belum dapat hadir langsung di lokasi kegiatan.
Ia mengatakan, seminar dirancang untuk memberikan tambahan wawasan kepada calon wisudawan sebelum kembali ke lingkungan kerja dan berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Setelah seminar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bersama keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), kemudian gladi menjelang pelaksanaan wisuda pada Rabu (14/10/2026).
Melalui kegiatan ini, UT Palembang berharap para lulusan mampu mengoptimalkan kompetensi akademik, berkolaborasi dengan teknologi secara bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
(**)







