ISPA Palembang Tembus 17.434 Kasus pada September 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

Writer: - Sabtu, 3 Oktober 2026
Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memantau kondisi penanganan dampak kabut asap dan kasus ISPA di Kota Palembang, sebagaimana terlihat dalam unggahan Instagram pribadinya. (Foto: Instagram Ratu Dewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang melonjak pada September 2026. Tercatat 17.434 kasus sepanjang September, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.

Peningkatan kasus ISPA tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Palembang akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Read More

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kasus ISPA pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Keluhan gangguan pernapasan tersebut dialami berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

“September ini kasus ISPA 17.434 kasus menjadi yang terparah dibandingkan bulan Agustus lalu,” kata Ratu Dewa, Sabtu (3/10/2026).

Jika dibandingkan dengan Agustus 2026 yang mencatat 15.020 kasus, terjadi peningkatan sebanyak 2.414 kasus atau sekitar 16,07 persen.

Jumlah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebelumnya menjadi bulan dengan kasus ISPA tertinggi, yakni 15.858 kasus. Dengan demikian, September mencatat 1.576 kasus lebih banyak atau meningkat sekitar 9,94 persen dibandingkan Februari.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA hanya dalam periode 1-21 September 2026. Data tersebut menunjukkan peningkatan kasus terus terjadi menjelang akhir bulan.

Puluhan Pasien Dirawat di Rumah Sakit

Selain peningkatan jumlah kasus di masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga mencatat puluhan pasien ISPA mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan data per 30 September 2026, terdapat 48 kasus ISPA yang mendapatkan perawatan di lima rumah sakit. Sebanyak 32 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan 16 pasien menjalani rawat inap.

RSUP Dr. Mohammad Hoesin menangani jumlah pasien terbanyak dengan 21 kasus. Berikutnya RS Bhayangkara sebanyak 10 kasus, RSU Pelabuhan sembilan kasus, RSU Bunda lima kasus, dan RSU Gandus tiga kasus.

Ratu Dewa mengatakan Pemkot Palembang juga melakukan pemantauan terhadap pelayanan pasien ISPA, termasuk mengunjungi rumah sakit yang banyak menangani pasien anak.

“Kami mengunjungi RS Charitas pada Jumat (2/10/2026), berdasarkan data Dinkes yang banyak menangani ISPA anak-anak di rumah sakit ini,” ujarnya.

Puskesmas Diminta Siaga 24 Jam

Menghadapi peningkatan kasus ISPA di tengah kabut asap, Ratu Dewa meminta seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan.

Puskesmas diminta membuka layanan selama 24 jam sehingga warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

” Puskesmas harus buka 24 jam, sehingga kalau ada terdampak ISPA langsung bisa ditindaklanjuti. Di samping rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta untuk selalu standby,” katanya.

Kesiapsiagaan secara khusus diarahkan pada lima kecamatan yang dinilai berpotensi terdampak karhutla, yakni Sematang Borang, Kalidoni, Alang-Alang Lebar, Kertapati, dan Ilir Barat I.

Kebijakan tersebut dilakukan seiring memburuknya kualitas udara Palembang. Pada Sabtu (3/10/2026), BPBD Sumsel melaporkan nilai ISPU Palembang mencapai 494 PM2.5 dan masuk kategori berbahaya.

Kondisi udara bahkan kembali memburuk pada Sabtu pagi. Data BMKG yang diberitakan pada hari yang sama menunjukkan konsentrasi PM2.5 Palembang sempat mencapai 828,3 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori berbahaya serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts