Palembang, Sumselupdate.com — Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang semakin pekat pada Jumat (2/10/2026) malam. Kondisi kualitas udara juga kembali memburuk berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir.
Pada pukul 18.00 WIB, terdapat tiga titik pemantauan di Palembang yang menunjukkan angka kualitas udara pada level berbahaya, yakni Musi Dua Palembang dengan angka 330, Demang 306, dan GP Plm 336.
Sementara itu, wilayah Sukarami mencatat angka 227 yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang masih sangat buruk sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan kualitas udara.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak. Warga juga diminta menggunakan masker apabila harus keluar rumah.
Kabut Makin Tebal pada Malam Hari
Kondisi kabut asap semakin terasa pada malam hari. Jarak pandang di sejumlah kawasan Palembang dilaporkan menurun akibat pekatnya asap.
Asap juga mulai tercium hingga ke dalam rumah melalui ventilasi. Kondisi ini membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu.
Pemerintah Kota Palembang juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi pemantauan seperti IQAir serta memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Sekolah Diminta Pertimbangkan Kondisi Udara
Kondisi kualitas udara yang memburuk juga menjadi perhatian terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Pemkot Palembang meminta pihak sekolah dan jajaran terkait mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa sebelumnya menyampaikan bahwa apabila kualitas udara memburuk, sekolah dapat mempertimbangkan kembali pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sebaliknya, apabila kualitas udara membaik, kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan peserta didik.
Kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara serta hasil koordinasi pihak sekolah dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Warga Diminta Tidak Keluar Rumah Jika Tidak Mendesak
Dengan kondisi kabut asap yang semakin pekat, masyarakat Palembang diimbau tidak keluar rumah pada malam hari apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak.
Kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara, perlu mendapat perhatian lebih.
Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan secara sengaja maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Pemerintah mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Kondisi kabut asap di Palembang masih sangat dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan serta pergerakan asap dari daerah sekitar.
Karena itu, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan mengutamakan keselamatan, terutama ketika indeks pencemaran kembali berada pada level berbahaya.
(**)







