Kabut Asap Palembang Makin Berdampak, 200 Pasien ISPA Dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang

Writer: - Kamis, 1 Oktober 2026
Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), dr. Yudi Fadilah, Sp.PD-KKV., FINASIM., MARS, saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (1/10/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan hingga akhir September 2026 mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kota Palembang.

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir. Sedikitnya 200 pasien ISPA tercatat menjalani pemeriksaan, baik di poliklinik maupun perawatan inap.

Read More

Direktur RSMP, dr. Yudi Fadilah, Sp.PD-KKV., FINASIM., MARS, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).

“Kasus ISPA sendiri merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel, termasuk juga di Kota Palembang. Kita banyak mendapatkan keluhan dari pasien yang terkena ISPA. Mereka mengalami sesak napas, berkeringat, batuk hingga demam,” ujar Yudi.

Menurut Yudi, pasien dengan gejala ringan umumnya mendapatkan penanganan melalui layanan rawat jalan. Pasien akan diberikan obat sesuai dengan hasil pemeriksaan dan resep dokter.

Sementara pasien yang mengalami gejala lebih berat, terutama sesak napas, dapat memerlukan perawatan di rumah sakit. Kondisi tersebut menjadi perhatian lebih apabila pasien memiliki penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.

“Peningkatan kasus ini sendiri sangat signifikan di RSMP, baik yang dilakukan rawat inap maupun rawat jalan. Untuk di poliklinik sendiri, bagi pasien dengan gejala ringan akan diberikan obat-obatan sesuai dengan resep dokternya,” jelasnya.

“Sedangkan untuk gejala berat hingga mengalami sesak napas perlu dilakukan rawat inap, apalagi bila pasien tersebut memiliki penyakit lainnya hingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dan perawatan intensif,” sambung Yudi.

Selain berdampak terhadap sistem pernapasan, kabut asap juga dikhawatirkan memicu gangguan pada mata.

Dokter spesialis mata RSMP, dr. Fadillah Amrina, Sp.M, mengatakan paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata hingga peradangan pada kornea.

Gejala yang dapat muncul antara lain mata merah, nyeri, berair serta rasa tidak nyaman pada mata.

“Untuk kasus mata kering di RSMP sendiri dalam sebulan terakhir meningkat, yakni mencapai 150 pasien dan 30 persen di antaranya mengalami iritasi pada mata,” kata Fadillah.

Untuk mengurangi risiko gangguan mata akibat paparan asap, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, tidak mengucek mata serta mencuci tangan sebelum menyentuh area mata.

Peningkatan kasus ISPA dan gangguan mata tersebut menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama sesak napas atau gejala yang memburuk, disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts