Kabut Asap Karhutla Palembang, Kasus ISPA Tembus 12.589 dalam 21 Hari

Writer: - Rabu, 30 September 2026
Ilustrasi ISPA. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang.

Seiring memburuknya kualitas udara, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang tercatat mengalami peningkatan. Dalam periode 1 hingga 21 September 2026 saja, Dinkes Palembang mencatat sebanyak 12.589 kasus ISPA.

Read More

Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina mengatakan, peningkatan kasus tersebut terjadi pada September 2026, saat kondisi udara di Palembang dipengaruhi kabut asap.

“Memang pada bulan September ini ada kenaikan. Untuk periode 1 sampai 21 September saja tercatat 12.589 kasus ISPA,” ujar Fenty, Senin (28/9/2026).

Menurut Fenty, paparan asap dan debu di udara menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama mereka yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Pada kondisi kabut asap yang cukup pekat, fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Palembang bahkan tercatat melayani hingga sekitar 706 pasien dalam sehari.

Meski terjadi peningkatan kunjungan, Fenty memastikan fasilitas kesehatan di Kota Palembang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.

“Karena kondisi kabut asap, kasus ISPA memang mengalami peningkatan. Tetapi semuanya kita tangani dengan baik melalui fasilitas kesehatan yang ada,” katanya.

Jika diakumulasikan sepanjang 2026, jumlah kasus ISPA di Kota Palembang telah mencapai 125.721 kasus.

Fenty mengatakan, seluruh kasus tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan hingga data yang disampaikan tersebut tidak terdapat pasien yang meninggal dunia akibat ISPA.

“Untuk kasus ISPA selama tahun 2026 ini tercatat sebanyak 125.721 kasus. Alhamdulillah, dari kasus tersebut tidak ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan data yang disampaikan Dinkes Palembang, Kecamatan Sukarami menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang tercatat cukup tinggi, yakni 91 kasus pada periode data tersebut.

Sementara berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak tercatat pada kelompok usia produktif 19 hingga 59 tahun dengan 320 kasus.

“Kalau berdasarkan data terakhir, kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Sukarami sebanyak 91 kasus. Kemudian berdasarkan usia, yang paling banyak adalah kelompok 19 sampai 59 tahun dengan 320 kasus,” jelas Fenty.

Dinkes Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts