394 Hotspot Terdeteksi di Sumsel, Kabut Asap Kembali Kepung Palembang

Writer: - Jumat, 25 September 2026
Kondisi kabut asap di Sumsel dari atas udara. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, Jumat (25/9/2026).

Kondisi tersebut terjadi meski sebelumnya sejumlah wilayah Sumsel sempat diguyur hujan. Kembalinya kabut asap membuat Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku terkejut.

Read More

“Iya tadi saya juga terkejut, ini kok masih kabut asap. Saya mau minta laporan dari BPBD dulu di mana yang masih penyumbang hotspot? Apa nomor polisinya?” kata Herman Deru.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel per Jumat (25/9/2026) pukul 06.00 WIB, terpantau sebanyak 394 titik panas atau hotspot di wilayah Sumsel.

Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 335 titik. Selanjutnya Banyuasin 33 titik, Musi Banyuasin 7 titik, Muara Enim 7 titik, Lahat 4 titik, Musi Rawas Utara 4 titik, PALI 2 titik, Musi Rawas 1 titik dan Ogan Ilir 1 titik.

Jumlah hotspot tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 456 titik.

Namun, jumlah hotspot kembali menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya turun cukup tajam menjadi 160 titik pada 23 September 2026.

Herman Deru Minta Sumber Hotspot Ditelusuri

Herman Deru mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan karhutla yang menjadi salah satu sumber kabut asap.

Menurutnya, pemerintah juga telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan potensi awan hujan di wilayah Sumsel.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengacu pada informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca dan musim hujan di Sumsel.

“Saya sudah instruksikan selaras dengan imbauan BMKG. Informasi BMKG bahwa kita ini baru dapat hujan itu di awal November,” katanya.

Deru menyebut OMC menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan pemerintah meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Maka konsep terbaik adalah OMC, Operasi Modifikasi Cuaca. Meskipun biayanya tidak murah, kita sudah lakukan sudah lebih dari 60 kali untuk OMC,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC sebelumnya sempat berdampak pada penurunan jumlah hotspot di sejumlah wilayah.

Karena itu, apabila kembali ditemukan bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan, OMC akan kembali dilakukan.

OMC Bisa Dilakukan hingga Malam Hari

Herman Deru bahkan meminta agar pelaksanaan OMC tidak terbatas pada waktu tertentu apabila kondisi awan hujan memungkinkan.

“Kalau ada bibit hujan, saya sudah bilang sama komandan pangkalannya, kalau ada bibit hujan, mau tengah malam kita OMC,” katanya.

Sementara itu, masih tingginya jumlah hotspot di sejumlah kabupaten menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memperpanjang persoalan kabut asap di Sumsel.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kualitas udara di Palembang yang dalam beberapa hari terakhir kembali berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan sejumlah pemantauan kualitas udara.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat penanganan karhutla, khususnya di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi, sembari melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts