Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang mulai membaik setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah pada Selasa (22/9/2026) malam.
Berdasarkan pantauan kualitas udara pada Rabu (23/9/2026) dini hari, indeks kualitas udara di kawasan Musi 2, Palembang, sempat berada di angka 82 pada pukul 01.00 WIB.
Namun, kualitas udara masih belum sepenuhnya pulih. Pantauan terbaru pada pukul 05.00 WIB menunjukkan dua wilayah di Palembang masih berada pada level tidak sehat, yakni kawasan GP PLM dengan indeks 156 dan Demang sebesar 151.
Sementara itu, kawasan Sukarami berada pada angka 129 yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif atau kelompok rentan.
Hujan yang turun di sejumlah wilayah Palembang dan Sumatera Selatan menjadi angin segar di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG Sumatera Selatan sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah wilayah Sumsel mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung hingga 23 September 2026.
Berdasarkan prediksi cuaca sepekan dari BMKG Pusat dan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera Selatan.
Potensi awan hujan tersebut kemudian dimaksimalkan melalui pelaksanaan OMC oleh tim gabungan untuk mempercepat terjadinya hujan di wilayah yang memiliki potensi awan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi munculnya titik panas atau hotspot sekaligus menekan sebaran asap yang berdampak terhadap kualitas udara di Sumatera Selatan.
BMKG Sumsel menyebut hujan yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan momentum yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap. Namun, kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau karena dapat berubah dengan cepat, terutama apabila kembali terjadi peningkatan aktivitas karhutla.
Koordinator BMKG Sumsel juga mengingatkan bahwa Sumatera Selatan masih menghadapi periode kemarau yang lebih panjang. Kondisi tersebut membuat potensi munculnya hotspot baru masih perlu diwaspadai.
Karena itu, masyarakat Palembang diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan berdasarkan kondisi udara terkini.
Terlebih, kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang pada Rabu pagi masih berada pada kategori tidak sehat, meski sebelumnya mengalami penurunan konsentrasi polutan setelah hujan.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api baru di tengah kondisi lahan yang masih kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu karhutla.
Dengan masih berlangsungnya OMC hingga 23 September 2026, pemerintah berharap potensi awan hujan yang tersedia dapat terus dimaksimalkan untuk membantu mengurangi hotspot dan asap di wilayah Sumatera Selatan.
(**)







