BRI Pagaralam Perkuat Pembiayaan UMKM, Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Writer: - Rabu, 2 September 2026
Pimpinan Cabang BRI Pagaralam Agustian Siburian (Sumselupdate.com/ Novrico Saputra)

Pagaralam, Sumselupdate.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga fokus pertumbuhan bisnis pada penguatan ekonomi kerakyatan. Di tengah ekspansi bisnis yang semakin luas, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi core business sekaligus fondasi utama pertumbuhan BRI.

Hal tersebut tercermin dari kinerja hingga akhir Triwulan II 2026. Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun.

Read More

Pimpinan Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Pagaralam, Agustian Siburian, mengatakan komitmen terhadap UMKM tersebut juga menjadi bagian penting dari layanan BRI di daerah.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, termasuk di Kota Pagaralam yang memiliki banyak potensi usaha berbasis sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, kuliner hingga usaha mikro yang dikelola masyarakat.

“BRI akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, baik melalui akses pembiayaan maupun pendampingan. Kami ingin pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya sehingga bisa naik kelas,” ujar Agustian.

Ia menambahkan, penguatan UMKM menjadi salah satu upaya BRI untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pelaku UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong agar UMKM dapat tumbuh, berkembang dan semakin memiliki daya saing,” katanya.

Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengungkapkan, besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM tersebut berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus tumbuh dan naik kelas.

“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.

Pada level komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain melalui platform digital, BRI turut memberikan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, serta semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

Agustian mengatakan, semangat pemberdayaan tersebut juga terus didorong BRI Kantor Cabang Pagaralam melalui kedekatan dengan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kerjanya.

“Prinsipnya, kami ingin BRI bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Agustian.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendapatkan akses yang semakin luas terhadap layanan perbankan agar dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat pengelolaan keuangan.

“Dengan akses perbankan yang baik, kami berharap pelaku UMKM bisa lebih mudah mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM tersebut sejalan dengan kinerja Perseroan yang tetap solid.

Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen YoY. Sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2 persen YoY menjadi Rp1.646 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5 persen YoY.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis BRI berjalan beriringan dengan komitmen Perseroan untuk terus memperkuat pembiayaan dan pemberdayaan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts