Pagaralam, Sumselupdate.com – Di usia ke-25 tahun atau ulang tahun peraknya, Kota Pagaralam tidak sekadar merayakan perjalanan waktu. Pemerintah Kota Pagaralam menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai tonggak memperkuat sinergitas seluruh elemen daerah untuk mendorong pembangunan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.
Semangat itu tercermin dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagaralam ke-25 yang dipusatkan di kawasan Villa Eks MTQ Gunung Gare, Senin (22/6/2026).
Di hadapan unsur Forkopimda, jajaran ASN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemerintahan dan vertikal, Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT Kota Pagaralam.
Mengusung tema “Sinergitas Untuk Kemajuan”, peringatan tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang kota yang lahir pada 21 Juni dan terus berkembang menjadi salah satu daerah strategis di Sumatera Selatan.
Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan bahwa usia 25 tahun merupakan fase penting yang menuntut kolaborasi lebih kuat untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Menurutnya, perjalanan sejarah Kota Pagaralam harus menjadi pijakan dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat kemajuan daerah.
“21 Juni merupakan hari jadi Kota Pagaralam yang selalu kita peringati setiap tahunnya. Pada tahun 2026 ini Kota Pagaralam menginjak usia ke-25 tahun atau ulang tahun perak, usia dengan semangat membangun serta harapan yang tinggi untuk menjadi kota lebih maju lagi sesuai dengan tema HUT Kota Pagaralam tahun ini, yakni Sinergitas Untuk Kemajuan,” ujar Wali Kota H. Ludi Oliansyah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi untuk melihat kembali perjalanan pembangunan yang telah ditempuh serta merancang arah masa depan yang lebih baik.
“Momentum peringatan HUT kota ini hendaknya dimaknai sebagai upaya melihat kembali masa lalu sebagai mata rantai sejarah dan pondasi yang bernilai sebagai referensi dalam menapaki masa kini dan masa depan. Besar harapan saya, sinergitas yang terjalin baik selama ini dapat terus dijaga demi mewujudkan Pagaralam yang lebih maju lagi,” tegasnya.
Semangat sinergitas yang digaungkan pemerintah daerah tidak berhenti pada tataran konsep. Pada momentum yang sama, Pemkot Pagaralam juga meluncurkan kegiatan sensus ekonomi untuk wilayah Kota Pagaralam.
Program ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata sehingga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Peluncuran sensus ekonomi tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan daerah ke depan harus bertumpu pada data yang valid. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Wakil Wali Kota Pagaralam Hj. Bertha yang hadir mendampingi Wali Kota bersama unsur Forkopimda menilai usia perak Kota Pagaralam merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh komponen daerah. Menurutnya, kemajuan kota tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Tema Sinergitas Untuk Kemajuan bukan hanya slogan peringatan HUT, tetapi menjadi semangat bersama untuk membangun Pagaralam yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” kata Hj. Bertha.
Usai upacara, perhatian publik tertuju pada peresmian dan peninjauan Ghuma Baghi Restorative Justice yang berdiri di kawasan Villa Eks MTQ Gunung Gare. Fasilitas hasil kolaborasi Pemerintah Kota Pagaralam dan Kejaksaan Negeri Pagaralam tersebut menjadi simbol baru pendekatan penegakan hukum yang mengedepankan musyawarah serta kearifan lokal masyarakat Besemah.
Menggunakan konsep rumah adat Ghuma Baghi Besemah, fasilitas ini dirancang sebagai pusat penyelesaian perkara di luar pengadilan secara damai dan berkeadilan. Kehadirannya mencerminkan upaya pemerintah menghadirkan sistem hukum yang lebih dekat dengan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang telah hidup dan berkembang selama bertahun-tahun.
Peninjauan Ghuma Baghi Restorative Justice juga menjadi bukti bahwa pembangunan Kota Pagaralam tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan tata kelola sosial dan hukum yang humanis.
Rangkaian peringatan HUT ke-25 kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Besemah Expo XXII Tahun 2026. Pameran tahunan tersebut menjadi etalase capaian pembangunan sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha, UMKM, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai potensi unggulan daerah.
Di tengah suasana perayaan ulang tahun perak, Besemah Expo menjadi gambaran nyata optimisme Kota Pagaralam dalam menyongsong masa depan. Berpadu dengan peluncuran sensus ekonomi dan hadirnya Ghuma Baghi Restorative Justice, peringatan HUT ke-25 tahun ini tidak hanya menjadi perayaan sejarah, melainkan juga deklarasi kesiapan Pagaralam untuk melangkah menuju era pembangunan yang lebih modern, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui kekuatan sinergitas seluruh elemen daerah.(**)











