Tanker Iran Tembus Blokade AS, 3,8 Juta Barel Minyak Mentah Berhasil Diekspor

Writer: - Kamis, 18 Juni 2026
Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan kapal-kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Jakarta, Sumselupdate.com – Iran dilaporkan kembali mengekspor minyak mentah setelah sekitar dua bulan tidak melakukan pengiriman melalui jalur yang terdampak blokade Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.

Informasi tersebut disampaikan TankerTrackers, perusahaan intelijen maritim yang memantau pergerakan perdagangan minyak mentah global. Berdasarkan data pelacakan digital yang didukung citra satelit, sedikitnya dua kapal tanker super milik National Iranian Tanker Company (NITC) berhasil keluar dari area yang sebelumnya menjadi perhatian pengawasan Amerika Serikat.

Read More

Dilansir dari Xinhua, Rabu (17/6/2026), TankerTrackers menyebut peristiwa itu sebagai ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan terakhir.

Dalam unggahannya di platform X, perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa dua kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), yakni DIONA dan HERO2, terdeteksi meninggalkan perimeter pengawasan dengan membawa total sekitar 3,8 juta barel minyak mentah Iran.

“Menurut data Automatic Identification System (AIS) yang diperkuat dengan citra satelit, setidaknya dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company telah keluar dari perimeter dengan membawa total 3,8 juta barel minyak mentah Iran,” tulis TankerTrackers.

AIS merupakan sistem pelacakan kapal yang digunakan untuk memantau posisi, identitas, dan pergerakan armada pelayaran di seluruh dunia.

Laporan tersebut menjadi indikasi adanya pergerakan baru dalam aktivitas ekspor energi Iran di tengah dinamika geopolitik dan ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Namun hingga laporan itu dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun otoritas Amerika Serikat terkait keberhasilan pengiriman minyak mentah tersebut.

Perkembangan ini menjadi perhatian pasar energi global karena Iran merupakan salah satu negara produsen minyak utama di dunia. Setiap perubahan dalam aktivitas ekspor minyak negara tersebut berpotensi memengaruhi pasokan dan pergerakan harga minyak internasional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts