Indralaya, Sumselupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti program cetak sawah baru di wilayah tersebut yang kini terancam gagal tanam akibat kendala teknis dan faktor alam.
Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah, mengungkapkan bahwa pemanggilan ini bersifat krusial karena cetak sawah merupakan program strategis nasional. “Kami akan bahas terkait kendala dan penuntasannya ke depan agar program cetak sawah di Ogan Ilir berhasil,” kata Amir, Jumat (15/5/2026) kepada wartawan.
Pihak legislatif menerima laporan bahwa ada sekitar 1.100 hektare lahan yang terancam gagal tanam dari total 3.000 hektare lahan yang digarap di Kabupaten Ogan Ilir. Berdasarkan keterangan awal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, masalah tersebut dipicu oleh tingginya debit air yang menggenangi area persawahan baru.
“Akibat curah hujan yang tinggi, sehingga air menggenangi lahan yang telah digarap,” ujar Amir menirukan penjelasan teknis dari dinas terkait.
Dampak dari kegagalan penanaman ini juga berimbas langsung pada pembiayaan proyek di lapangan. Amir menyayangkan hambatan ini karena proses administrasi keuangan menjadi terhambat. “Akibat kegagalan tersebut, anggaran untuk lahan yang belum berhasil diolah pun tidak dapat dicairkan,” sesal legislator asal PDI Perjuangan itu.
Selain faktor cuaca, Amir menyebut kegagalan ini diperparah oleh kelalaian tim pelaksana yang kurang mendalami karakteristik lahan setempat. Salah satu contoh kasus terjadi di Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, di mana lahan yang sudah selesai dikerjakan justru terendam air hingga menenggelamkan tanggul irigasi yang baru dibangun.
“Masalah lain yang terungkap adalah terkait penyaluran kapur dolomit yang tidak terpelihara dengan baik,” tutup Amir. (*)











