Jakarta, Sumselupdate.com – Baru-baru ini, di bidang kesehatan, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan China untuk memperluas akses vaksin human papillomavirus (HPV) dan mempercepat pengembangan vaksin dalam negeri.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna menyampaikan, jika vaksinasi HPV merupakan salah satu prioritas nasional, mengingat tingginya beban kanker serta besarnya populasi di negara ini.
“Indonesia memiliki hampir 300 juta penduduk dan lebih dari 17.000 pulau, yang menciptakan berbagai tantangan unik dalam menyediakan layanan kesehatan dan vaksin,” ujar Taruna, seraya menyatakan imunisasi tetap menjadi pertahanan garis depan, dan vaksinasi HPV merupakan pilar utama dalam strategi untuk melindungi perempuan.
Kanker serviks masih menjadi masalah mendesak di Indonesia. Untuk memeranginya, BPOM telah mendorong penggunaan vaksin HPV 9-valen, yang menawarkan efektivitas lebih dari 90 persen dalam mencegah infeksi.
Untuk mempercepat ketersediaannya, Indonesia terus memperdalam kerja sama dengan China dan para mitra internasional lainnya melalui pertukaran teknologi dan berbagi pengetahuan praktis, kata Taruna, menyoroti bahwa kemitraan dengan perusahaan-perusahaan bioteknologi China telah berperan penting.
Baca juga : Kemenkes Wajibkan Siswi SD Kelas 5 Dan 6 Vaksin HPV
Berkolaborasi dengan para mitra dari China memungkinkan Indonesia untuk melewati fase mulai dari nol, jelas Taruna. Kemitraan ini tidak hanya menyediakan akses ke teknologi mutakhir, tetapi juga memperkuat kemampuan produksi vaksin Indonesia, katanya lebih lanjut.
Kerja sama tersebut juga meluas ke arah ekosistem bertingkat yang melibatkan kerja sama antarpemerintah, kemitraan antarbisnis, serta aliansi riset akademik, kata kepala BPOM tersebut.
“Saya selalu mengatakan kolaborasi lebih baik daripada kompetisi,” ujar Taruna. “Jika kita berkolaborasi, semua pihak akan menang.”
Baca juga : Penanganan untuk Penyakit Jengger Ayam pada Wanita
Menyebut bahwa Indonesia dan China telah menjalin hubungan yang “kuat” dan “panjang” sejak zaman dahulu, Taruna tetap optimistis tentang masa depan hubungan China-Indonesia di bidang kesehatan, mengatakan hal yang terpenting adalah “kita bisa menjadi kuat bersama.”
“Saya percaya Indonesia dan China, dari pemerintah, institusi, universitas, maupun masyarakatnya, ibarat sebuah keluarga,” katanya. (**)











