Mulai Besok, Sirine Bersejarah yang Pernah Membelah Kota Palembang Kembali Dihidupkan

Writer: - Minggu, 15 Februari 2026
Sirine bersejarah di Gedung Ledeng atau Kantor Wali Kota Palembang kembali diaktifkan mulai 16 Februari 2026 sebagai penanda waktu istirahat, imsak Ramadhan, serta sistem peringatan dini bencana. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Sirine bersejarah yang berada di Gedung Ledeng atau Kantor Wali Kota Palembang kembali diaktifkan. Sirine tersebut akan dibunyikan sebagai penanda waktu istirahat hingga penanda imsak selama Ramadan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Kemas Haikal, mengatakan Pemerintah Kota Palembang ingin mengembalikan marwah gedung tersebut sebagai pusat perhatian kota sekaligus penanda waktu tertentu.

Read More

“Sirine dan skylight Kantor Wali Kota akan mulai beroperasi pada Senin, 16 Februari 2026,” kata Haikal, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, sirine akan dibunyikan sebagai penanda waktu istirahat pada Senin hingga Kamis pukul 12.00 WIB dan Jumat pukul 11.30 WIB.

Selain itu, sirine juga akan dibunyikan sebagai penanda waktu imsak khusus selama Ramadhan. Sementara itu, lampu skylight akan dinyalakan sebagai penanda masuknya waktu maghrib.

Haikal menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir jika mendengar sirine pada waktu-waktu tersebut.

“Kalau masyarakat mendengar di waktu-waktu itu, aman dan bukan tanda bahaya. Namun, sirine tetap merupakan alat Early Warning System atau sistem peringatan dini terhadap bahaya dan keadaan darurat, sehingga masyarakat tetap harus waspada,” jelasnya.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, sebelumnya menyampaikan bahwa pengaktifan kembali sirine ini merupakan upaya menghidupkan kembali simbol historis kota.

Menurut Dewa, sirine tersebut telah ada sejak lama dan memiliki sejarah yang erat dengan bangunan kantor wali kota yang merupakan peninggalan Belanda, yakni Gedung Toren atau Menara Air.

“Sirine ini memang sudah ada sejak lama dan punya sejarah unik. Dahulu berfungsi sebagai penanda waktu istirahat dan pulang kerja. Saat Ramadan, juga menjadi penanda imsak dan berbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan, sirine tersebut merupakan simbol historis yang tidak terpisahkan dari Kantor Wali Kota dan kini akan difungsikan kembali.

Di era modern, lanjut Dewa, fungsi sirine akan diperluas, terutama sebagai sistem peringatan dini bencana alam.

“Sirine ini juga bisa menjadi penanda bencana, misalnya banjir, sehingga masyarakat lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan situasi darurat,” tambahnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts