PBB, Sumselupdate.com – Kota Gaza masih menghadapi krisis air bersih meskipun pasokan air utama dari Israel ke Jalur Gaza telah dibuka kembali. Hal tersebut disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Senin, 9 Februari.
OCHA menyebutkan bahwa mitra-mitranya di sektor air, sanitasi, dan kebersihan melaporkan ketersediaan air minum dan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga masih sangat terbatas. Kondisi ini terjadi meski jalur pasokan air Mekorot dari Israel telah kembali beroperasi.
Setiap harinya, hanya sekitar 6.000 meter kubik air yang berhasil menjangkau warga Gaza City. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup, terlebih karena masih terjadi kehilangan volume air yang cukup besar di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, OCHA bersama para mitra kemanusiaan meningkatkan produksi air serta menyalurkan air bersih menggunakan truk dari sumur air tanah dan fasilitas desalinasi milik sektor swasta.
Sejak akhir Januari lalu, para mitra kemanusiaan juga telah mendistribusikan lebih dari 100.000 jeriken air, lebih dari 700.000 batang sabun, serta lebih dari 25.000 paket kebersihan ke berbagai wilayah di Gaza. Selain itu, bantuan lain yang disalurkan mencakup lebih dari 400 jamban untuk rumah tangga dan sekitar 250 paket obat kutu.
(**)





