Komisi X DPR Minta Pemulihan Mental Siswa Korban Bencana Jadi Prioritas

Writer: - Jumat, 2 Januari 2026
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Hilman Mufidi. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan 85 persen sekolah di kawasan bencana Sumatera siap beroperasi.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Hilman Mufidi meminta sekolah berperan aktif membantu pemulihan kondisi mental siswa korban bencana baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.

Read More

“Kami menyambut baik rencana pengoperasian 85 persen sekolah di wilayah bencana Sumatera. Kami berharap sekolah bisa membantu proses pemulihan mental peserta didik yang mayoritas mengalami trauma pasca bencana Sumatera,” ujar Muhammad Hilman Mufidi di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Dikatakan, banyak siswa korban bencana mengalami trauma akibat peristiwa yang mereka alami, bahkan tidak sedikit kehilangan orang tua atau anggota keluarga terdekat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi perkembangan emosional, konsentrasi belajar, dan motivasi anak dalam jangka panjang.

“Pembukaan sekolah ini harus disertai pendampingan psikologis agar siswa dapat kembali belajar secara optimal,” tutur Hilman.
Dia meminta sekolah menjadi ruang aman bagi siswa dengan mengedepankan pendekatan yang ramah anak.

Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Sebut Ancaman Deforestasi Makin Nyata

Proses pembelajaran, kata dia, sebaiknya diawali dengan kegiatan pemulihan psikologis, seperti aktivitas kreatif, permainan edukatif, dan kegiatan yang bersifat menghibur.

“Pemulihan mental menjadi fondasi penting sebelum pembelajaran berjalan normal. Anak-anak perlu merasa aman dan tenang agar siap menerima pelajaran,” jelasnya.

Selain itu, Hilman juga meminta pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar siswa, termasuk perlengkapan sekolah serta perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana. Ia mengingatkan, banyak siswa berpotensi kembali ke sekolah tanpa membawa perlengkapan belajar karena terdampak banjir dan longsor.

Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Sebut Sampah Kayu Bisa Dimanfaatkan

“Negara harus hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan perlengkapan sekolah,” katanya.

Hilman menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus tetap dijamin negara, termasuk dalam situasi pascabencana. Dia berharap bencana alam tidak memutus akses pendidikan dan masa depan anak-anak di wilayah terdampak.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dua kali, karena bencana dan karena kehilangan akses pendidikan,” tegasnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts