Asri Lambo, Figur Muda Bugis yang Digadang Jadi Nahkoda Baru KKSS Sumsel

Writer: - Rabu, 29 Oktober 2025
Muhammad Asri Lambo. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Nama Muhammad Asri Lambo tengah mencuri perhatian publik, khususnya di kalangan warga Bugis-Makassar di Sumatera Selatan. Sosok muda asal Sei Kerupuk, Teluk Payo, Kabupaten Banyuasin ini digadang-gadang menjadi calon kuat untuk menakhodai Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sumatera Selatan.

Asri bukanlah wajah baru di dunia organisasi sosial, politik, maupun pemerintahan. Jejak pengabdiannya sudah panjang, terutama dalam memperjuangkan nasib petani dan pembangunan daerah. Ia pernah memimpin Serikat Tani Nasional Sumatera Selatan (KPW STN Sumsel), organisasi yang dikenal vokal memperjuangkan keadilan agraria dan penyelesaian konflik lahan.

Read More

Alumni Fakultas Hukum Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang ini juga sempat menempuh pendidikan lima semester di Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang. Selain itu, ia merupakan salah satu pendiri Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO), organisasi yang fokus memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa—sektor yang banyak digeluti masyarakat Bugis-Makassar di Sumsel.

Keterlibatan Asri di lingkungan KKSS sudah dimulai sejak remaja. Ia aktif di berbagai badan otonom KKSS, termasuk Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SS). Asri pernah menjabat sebagai Ketua Umum IKAMI SS Cabang Palembang periode 2012–2013 dan kini masih aktif sebagai Ketua OKK BPW KKSS Sumatera Selatan.

Tak hanya berkiprah di daerah, Asri juga memiliki jaringan luas di tingkat nasional. Sejak 2019, ia terlibat dalam jejaring Relawan Andi Amran Sulaiman (RAAS), tokoh nasional sekaligus Ketua Umum BPP KKSS saat ini. Ia juga pernah dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Sumatera Selatan Relawan Sahabat Rakyat Indonesia (SRI), jaringan yang turut berperan dalam mengantarkan Andi Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian RI di era Presiden Jokowi.

Selain itu, Asri juga memimpin Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA), wadah pemberdayaan petani muda yang turut digagas oleh Andi Amran Sulaiman.

Menanggapi dorongan sejumlah tokoh agar maju memimpin KKSS Sumsel, Asri dengan rendah hati menyebut bahwa organisasi sebesar KKSS membutuhkan sinergi antara generasi muda dan senior.

“Saya masih muda. Ini organisasi paguyuban, banyak senior yang lebih cocok. Paguyuban selain membutuhkan profesionalisme organisasi, juga perlu pemahaman mendalam tentang adat dan budaya untuk bisa mengayomi semua keluarga besar,” ujarnya.

Menurut Asri, perpaduan antara manajemen modern dan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar menjadi kunci agar KKSS tetap solid dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts