KONI Sumsel Cabut Emas Muba, Peringkat Juara Atletik Porprov XV Berubah
Sekayu, Sumselupdate.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi mencabut medali emas yang diraih dua atlet cabang olahraga (cabor) atletik, Maulana dan Indira Pratiwi, dari kontingen Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel.
Keputusan ini diambil setelah dilakukan investigasi mendalam yang mengungkap bahwa kedua atlet tersebut masih tercatat sebagai anggota kontingen Kota Kediri, Jawa Timur, pada ajang Porprov di Surabaya.
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) Porprov XV, Dr. Arianto, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan data dan fakta yang tidak bisa dibantah.
“KONI Sumsel telah mengambil keputusan tegas dengan menganulir seluruh kegiatan kedua atlet tersebut di ajang Porprov XV. Tidak ada administrasi perpindahan atlet yang sah dari Jawa Timur ke Sumsel. Ini jelas cacat administrasi,” ujar Dr Arianto, Minggu (26/10/2025).
Technical Delegate (TD) Atletik, Zulfaini, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bermula dari adanya protes yang diajukan kepada panitia pertandingan.
“Sesuai prosedur, protes diajukan 30 menit setelah pertandingan dan kemudian dibahas oleh panitia besar Porprov. Rekomendasi dari panitia besar menjadi dasar bagi TD untuk mengambil keputusan,” ungkapnya.
Dengan dianulirnya medali emas Maulana dan Indira Pratiwi, terjadi perubahan peringkat pada cabor atletik.
Atlet yang sebelumnya berada di posisi kedua naik menjadi juara pertama, sementara peringkat ketiga dan keempat juga naik satu tingkat.
Ketua Harian KONI Sumsel, Aliandra Pati Gantada SH MH, menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai wujud komitmen untuk menjaga integritas olahraga di Sumsel.
“Keputusan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menegakkan aturan dan menjaga sportivitas. Kami tidak ingin ada preseden buruk di mana atlet dari luar daerah dengan mudah memperkuat kontingen tanpa prosedur yang benar,” ujarnya.
Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman SH MH, menambahkan pihaknya akan memperketat proses verifikasi atlet pada ajang berikutnya.
“Kami akan lebih ketat dalam melakukan verifikasi agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga mengimbau semua kontingen untuk fokus pada pembinaan atlet lokal agar mampu bersaing secara sehat dan sportif,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas KONI Sumsel, Daeng Supri Yanto SH MH, menegaskan keputusan tersebut merupakan langkah tegas dalam menjaga keadilan dan sportivitas.
“Kami berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh atlet dan kontingen untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. KONI Sumsel tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kecurangan,” tegasnya.
KONI Sumsel berharap seluruh pihak dapat menerima keputusan ini secara bijak dan menjadikannya bahan evaluasi demi peningkatan kualitas penyelenggaraan Porprov di masa mendatang.
(**)











