Jakarta, Sumselupdate.com – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan, bahkan hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Melansir Suara.com –jaringan Sumselupdate.com pada pembukaan perdagangan pasca-libur Lebaran, Senin (7/4/2025), rupiah tercatat melemah signifikan sebesar 251 poin (1,51%) menjadi Rp16.904 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.653 per dolar AS.
Sementara dilansir dari radar kudus berdasarkan data dari Bank Central Asia (BCA) per 7 April 2025 pukul 08:44 WIB, kurs jual dolar AS tercatat sebesar Rp16.950,00, sementara kurs beli sebesar Rp16.600,00.
Sementara itu, situs Wise mencatat nilai tukar pasar tengah pada 6 April 2025 sebesar Rp16.560 per dolar AS.
Pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa pelemahan ini dipicu oleh respons negatif pasar terhadap kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menanggapi situasi ini dengan terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan domestik pasca pengumuman kebijakan tarif AS.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa BI tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, terutama melalui optimalisasi instrumen triple intervention, yaitu intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF), serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kecukupan likuiditas valas bagi perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.











