IDI Borong Memberikan Informasi Pengobatan Terkait Penyakit Kanker Serviks

Writer: - Jumat, 29 November 2024
(Foto oleh peakSTOCK dari iStockphoto)

SALAH satu penyakit yang berbahaya bagi wanita adalah kanker serviks. Jumlah pengidap kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus sejak tahun 2021, atau 17,2% dari total kanker pada wanita. Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia juga tinggi, yaitu 21.003 kematian atau 19,1% dari total kematian akibat kanker. Pengidap penyakit kanker serviks perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Borong dengan alamat website idiborong.org  menjelaskan bahwa kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di leher rahim (serviks) tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor ganas.

Read More

IDI Borong juga menjelaskan kanker serviks dapat juga berkembang pada sel-sel di leher rahim dan merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang dialami oleh wanita. Kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, saat penyakit berkembang, terjadi pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk pendarahan setelah berhubungan seksual.

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait kanker serviks, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit kanker serviks kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit kanker serviks?

(Foto oleh SewcreamStudio dari iStockphoto)

IDI Borong dengan alamat website idiborong.org juga menjelaskan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di leher rahim dan sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Berikut adalah penyebab utama terjadinya kanker serviks meliputi:

  1. Infeksi HPV

Lebih dari 99% kasus kanker serviks terkait dengan infeksi HPV, terutama tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan HPV 18. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan perubahan sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

  1. Riwayat aktivitas seksual yang berisiko

Memulai aktivitas seksual pada usia dini, memiliki banyak pasangan seksual, atau berhubungan seksual tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko terinfeksi HPV. Wanita yang menikah atau mulai berhubungan seksual pada usia muda (kurang dari umur 20 tahun) memiliki risiko lebih tinggi.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dan perilaku seksual

Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan terhadap infeksi HPV dan perkembangan kanker serviks. Selain itu, memulai hubungan seksual pada usia muda dan memiliki banyak pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terpapar HPV.

  1. Melahirkan banyak anak

Wanita yang melahirkan lebih dari lima anak atau melahirkan pada usia sangat muda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker serviks.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa pengobatan kanker serviks melibatkan berbagai jenis obat yang digunakan tergantung pada stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks meliputi:

  1. Cisplatin

Obat ini adalah salah satu kemoterapi yang paling umum digunakan untuk kanker serviks. Cisplatin bekerja dengan menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker. Pemberian dilakukan melalui infus ke dalam pembuluh darah.

  1. Avastin (Bevacizumab)

Obat ini menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang diperlukan tumor untuk tumbuh. Pemberian dilakukan melalui infus dan biasanya diberikan setiap dua atau tiga minggu sekali.

  1. Topotecan

Obat ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dengan memblokir enzim yang diperlukan untuk memperbanyak DNA.Topotecan dapat diberikan secara oral atau melalui infus, biasanya digunakan jika pengobatan lain tidak efektif.

Pengobatan kanker serviks harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis onkologi. Rencana pengobatan akan disesuaikan berdasarkan stadium kanker, kondisi kesehatan pasien, dan respons terhadap terapi sebelumnya. Selain obat-obatan ini, terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat menjadi bagian dari rencana perawatan.

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts