Bentuk Sekretariat Bersama, Instansi Vertikal di Sumsel Klaim Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Writer: - Rabu, 21 Agustus 2024
PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi berfoto bersama usai meresmikan Sekretariat Bersama Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Sumsel di Kantor OJK Sumsel Babel, Selasa malam (20/8/2024).

Palembang, Sumselupdate.com – Sekretariat Bersama Pengembangan Ekonomi dan Keuangan dibentuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan beberapa stake holder untuk menuntaskan angka kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, angka kemiskinan hingga Maret 2024 10,96 persen atau 984,24 ribu.

Read More

Meski turun 0,81 persen dari tahun lalu, angka ini masih jadi PR besar bagi Pemprov Sumsel.

PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengatakan, kolaborasi sekretariat bersama ini antar-Pemprov Sumsel, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perum Bulog, BPS, dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi (DKPP).

“Tujuannya sama untuk menumbuhkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, kami optimis ini sangat efektif,” ujarnya usai meresmikan Sekretariat Bersama Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Sumsel di Kantor OJK Sumsel Babel, Selasa malam (20/8/2024).

Kolaborasi antara stake holder dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel diyakini sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan merata di seluruh wilayah.

“Mengupayakan ekonomi berjalan dan menurunkan jumlah kemiskinan caranya dengan kolaborasi dan menggandeng pihak terkait seperti BI, OJK dan Bulog dan lainnya untuk menyelaraskan progam yang bertujuan tepat sasaran,” jelas Elen.

Sejumlah strategi yang kini jadi fokus Pemprov Sumsel membangun ekonomi meliputi empat program utama, yakni memastikan penyaluran beras subsidi tepat sasaran, menekan jumlah kemiskinan di daerah, memberikan akses keuangan lewat pembiayaan usaha terhadap sektor bisnis termasuk industri rumahan.

“Program penyaluran beras, cek apakah sudah diterima sesuai data. Kemudian pantau tingginya angka kemiskinan di kabupaten/kota Sumsel, memfasilitasi pemberian modal pelaku UMKM dan bagaimana mengendalikan inflasi wilayah,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada semester pertama tahun 2024 berada di angka 4,96 persen year on year (yoy) dan tumbuh sebesar 4,47 persen secara quarter to quarter (qtq). Nilai tersebut masuk kategori tren ekonomi positif se-Sumatera.

“Untuk menjaga ekonomi tetap stabil, maka kita perlu membangun sekretariat akses keuangan daerah lewat pengembangan bersama ini,” ujarnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts