Anggota DPR Sebut Muhaimin Iskandar Calon Kuat Cawapres Prabowo

Sabtu, 8 Juli 2023

Jakarta, Sumselupdate.com- Anggota DPR RI Andre Rosiade menegaskan, Muhaimin Iskandar calon kuat cawapres Prabowo Subianto periode 2024-2029. “Soal deklarasi cawapres, tinggal menunggu waktu yang pas. Toh pendaftaran capres dan cawapres ke KPU masi lama, ” ujar Andre politisi Partai Gerindra di Media Center DPR Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Menurut Andre, Partai Gerindra akan mengantarkan Pak Prabowo jadi presiden tahun 2024. Insya Allah Gelora dan PAN akan bergabung. Dikatakan, komunikasi politik terus dilakukan pimpinan Partai Gerindra dan Partai PKB dalam rangka memperluas koalisi.

Read More

“Pak Muhaimin selalu Ketum PKB sepakat koalisi Kebangkitan Indonesia raya harus diperluas, kita harus bisa menambah dukungan dari partai lain.Insya Allah akan ada partai mendeklarasikan diri mendukung Pak Prabowo dan bergabung dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, “kata Andre.

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Syaiful Huda mengatakan, calon presiden kita dorong sebanyak-banyaknya supaya pilihan rakyat lebih bervariasi. Minimal tiga pasangan kalau bisa lebih banyak lebih bagus.
Itulah niatan PKB 11 bulan lalu koalisi dengan Partai Gerindra.

Bagi PKB koalisi dengan Gerindra pertama kali, dan Gerindra juga belum pernah koalisi dengan PKB. Sejarah membuktikan satu-satunya partai politik pasca reformasi jika PKB masuk dalam koalisi pasti menjadi penentu kemenangan.
“Saya kira pemilu harus diikuti lebih dua pasangan supaya peristiwa 2019 tidak terjadi lagi.

Tidak masalah Pilpres dua putaran, untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat, ” kata Sjaiful.

Ujang Komarudin, Pengamat Politik Univ Al Azhar mengatakan, tidak mudah menentukan siapa bakal calon wakil presiden yang bakal diusung. Ada beberapa faktor harus dilihat. Yang jelas cawapres harus bisa menambah dukungan suara bagi partai koalisi.

“Kekuatan capres bisa dibilang hampir sama dan masih dinamis. Sehingga posisi cawapres sangat menentukan kekuatan capres. Berbeda ketika Jokowi mengusung cawapres Ma’ruf Amin yang elektabilitasnya saat itu sangat rendah. Karena elektabilitas Jokowi ketika Pilpres 2019 cukup tinggi dibanding saingannya,” tegas Ujang. duk

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts