Muaraenim, sumselupdate.com – Memastikan pasokan listrik di Kabupaten Muaraenim mendapat prioritas nasional, Plt. Bupati Muaraenim Ahmad Usmarwi Kaffah, mengunjungi proyek strategis nasional PLTU Sumsel 8 yang sedang dibangun oleh PT. Huadian Bukit Asam Power (HBAP) di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung.
Dalam kunjungan yang disambut Direktur Utama PT HBAP, Gu Quicheng dan General Manager Gusti Anggara ini, Plt Bupati meminta nantinya setelah beroperasi PLTU mulut tambang terbesar di Asia Tenggara dengan luas 105 hektare ini harus pula memberikan perhatian penuh terhadap pasokan energi listrik di Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muaraenim.
“Kabupaten Muaraenim sudah sepantasnya mendapat prioritas suplai listrik dari pemerintah pusat melalui PT PLN (Persero) sebagai penyedia jasa,” ungkapnya, Sabtu (6/5/2023) dalam keterangan persnya.
Plt Bupati-pun menekankan agar PLTU berkapasitas 2 x 660 megawat yang pembangunannya telah mencapai 97 persen.
“Pembangunan PLTU ini telah mencapai 97 persen ini tetap berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, sekalipun mengerjakan tenaga kerja asing (TKA), maka harus mematuhi Perda Kabupaten Muara Enim Nomor 06 Tahun 2022 tentang Retribusi TKA sehingga semuanya harus terdaftar dan patuh membayar Dana Kompensasi Penggunaan TKA ke kas daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim,” tuturnya.
Sementara, General Manager PT HBAP Gusti Anggara menghrapkan dukungan dari Pemkab Muaraenim dalam mendorong kebijakan nasional untuk mensukseskan pembangunan PLTU Sumsel 8 ini.
“Harapan kita dukungan dan suport dari Pemkab Muaraenim atas kegiatan pembangunan PLTU Sumsel 8 ini yang dikerjakan konsorsium kerja sama antara PT Bukit Asam dan China Huadian Corporation ini sehingga sepakat dengan Plt Bupati untuk turut mendorong kebijakan pemerintah pusat agar elektifikasi di Kabupaten Muaraenim menjadi prioritas nasional,” pungkasnya. (rel)











