Bamsoet Dorong UMKM Perkuat Pasar Internasional

Jumat, 21 April 2023

Bali, Sumselupdate. com- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung kiprah pelaku UMKM kerajinan logam yang memproduksi berbagai patung dan aksesoris dari perak, perunggu, alumunium, tembaga, kuningan, serta menjual barang-barang antik di kawasan Tohpati, Denpasar, Bali.

“Tidak hanya menarik untuk turis domestik, produk kesenian dan kerajinan logam di Sentra Tohpati, mampu menembus pasar ekspor ke Perancis, Australia, hingga Amerika Serikat, India dan Timur Tengah. Keberadaan mereka membuktikan tangan-tangan anak bangsa sangat handal melahirkan karya seni, juga menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan Bali,” ujar.

Read More

Bamsoet usai mengunjungi Cakra Bronze Statue and Silver, salah satu UMKM Kerajinan Logam di kawasan Tohpati, Denpasar, Bali, Kamis (20/4/23).
Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, pelaku kerajinan logam di Bali sangat piawai menghasilkan berbagai karya. Misalnya, patung perunggu berbentuk aneka jenis binatang, hingga kap lampu terbuat dari plat logam.

“Secara umum, di tahun 2020 saja, produk kerajinan mendominasi ekspor Bali mencapai 139 juta dollar AS atau 54,26 persen. Produk kerajinan kayu memberi sumbangan paling besar, disusul produk kerajinan logam.

Data lain dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia mencatat, rata-rata sumbangan ekspor kerajinan logam Bali mencapai USD 6,8 juta,” jelas Bamsoet.

Bamsoet juga mendorong pelaku usaha kerajinan logam memasarkan hasil karya melalui berbagai platform digital. Sebagai gambaran, laporan Google Temasek & Bain, valuasi ekonomi digital Indonesia tumbuh 49 persen di tahun 2021 menjadi USD 70 miliar dan diprediksi menjadi USD 146 miliar di tahun 2025.

Di sektor e-Commerce, misalnya, Bank Indonesia mencatat transaksi pada tahun 2021 sudah mencapai Rp 401 triliun. Tahun 2022 diprediksi mencapai Rp 530 triliun.

“Fakta menunjukkan transformasi digital memiliki dampak positif mendongkrak kinerja perekonomian UMKM. Misalnya, pemanfaatan media online dapat meningkatkan peluang 2,1 kali lebih besar untuk menjual produk UMKM pada skala nasional, dan 4,6 kali lebih besar untuk peluang ekspor. Diperkirakan, dengan strategi tepat dan optimal,

Indonesia mampu meningkatkan literasi digital UMKM dari 20 persen menjadi 50 persen pada tahun 2024, maka proyeksi peningkatan ekonomi yang dihasilkan akan dapat mencapai 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp 546,5 triliun,” papar Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts