Terkendala Utilitas PLN, Pembangunan Normalisasi Proyek Sungai Sekanak Lambidaro Baru Capai 15 Persen

Jumat, 21 Oktober 2022
Proyek normalisasi Sungai Sekanak-Lambidaro terkendala utilitas.

Palembang, Sumselupdate.com – Revitalisasi Pengembangan normalisasi proyek Sungai Sekanak Lambidaro masih terus di kejar. Progres pekerjaan fisik sampai saat ini baru mencapai 15 persen.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, melalui Kasatker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Ali Cahyadi Ahmad mengatakan, progres Sungai Sekanak Lambidaro masih terus diupayakan penyelesaian dengan target akhir Desember 2022 selesai.

“Kita berupaya untuk tetap menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja untuk bisa tepat waktu, tapi kendala yang kami hadapi di lapangan, adalah banyaknya utilitas seperti PLN, PDAM dan jaringan pipa gas yang belum dipindahkan sehingga mengganggu pekerjaan di lapangan,” kata Ali.

Karena kondisi banyaknya utilitas yang belum dipindahkan, sehingga di 3 hingga 4 bulan pertama pemindahan utilitas harusnya sudah selesai di bulan April. Pemindahan jaringan baru bisa dilakukan pada bulan Agustus 2022.

Karena terkendala keterlambatan pekerjaan, maka nanti pihaknya akan memperpanjang pekerjaan tiga bulan ke depan di tahun 2023.

Sekarang ini, jelas Ali, progres pembangunan normalisasi proyek Sungai Sekanak Lambidaro sudah sampai pada pemasangan tiang pancang samping Gedung DPRD Sumsel, dari Bank Mandiri batas rumah penduduk, persisnya di pinggir sungai sepanjang 300 meter.

Untuk pembangunan di samping Bank Mandiri, sambungnya, juga terkendala utilitas. “Tapi untuk utilitas di sini, kami hajar saja, selagi tidak mengganggu tidak usah digeser dan kalau mengganggu baru digeser dan apabila putus, akan kami rekomendasikan pada perusahaan itu untuk melakukan perbaikan”.

“Ya kendala kita cukup banyak untuk proses pembangunan Lambidaro ini. Selain kendala utilitas, juga terkendala dengan banyaknya bangunan rumah warga yang belum dibebaskan oleh pemerintah kota,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk pembangunan normalisasi proyek Sungai Sekanak Lambidaro, total alokasi dana yang dibutuhkan sesuai kontrak, mencapai Rp7,7 miliar untuk pembangunan sepanjang 7 kilometer. Mulai dari arah Ramayana hingga tembus keluar samping bank mandiri.

Selain itu, untuk aktivitas pembangunan proyek Sungai Sekanak Lambidaro sedikit mengganggu lingkungan, berantakan karena terlihat kotor.

“Nantinya pihak kontraktor akan membersihkan dan merapikan. Begitu juga infrastruktur rusak, akibat dampak dari proses pembangunan, akan tetap diperbaiki. Termasuk dinding rumah warga yang retak akibat pemancangan,” jelasnya.

“Apabila ada yang rusak silakan laporkan ke pihak kontraktor, nanti akan diperbaiki,” tambahnya. (ron) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts