Laporan: A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Pansus Batubara DPRD Kabupaten Lahat mendesak perusahaan tambang batubara di Kabupaten Lahat memiliki jalan sendiri untuk mengangkut hasil pertambangannya agar tidak menggunakan jalan negara lagi.
Anggota Pansus Batubara DPRD Lahat, Dedi Candera mengatakan, pihaknya sudah mendapat berbagai macam laporan dari masyarakat mengenai keresahan akan dampak dari pertambangan batubara.
“Yang paling krusial itu masalah jalan, perusahaan batubara menggunakan jalan lintas negara, sehingga dampaknya dirasakan masyarakat di Kecamatan Merapi, dampak debu, jalan rusak, dan kemacetan,” kata Dedi Candera, Jumat (26/8/2022).
Dia mengatakan, diharapkan perusahaan tambang dapat membuat jalan sendiri, sehingga tidak lagi menggunakan jalan negara yang selalu ramai dilewati pengendara, bahkan lintas provinsi.
“Solusinya, perusahaan tambang membuat jalan sendiri. Karena masalah jalan ini sudah berulang kali. Keluhkan masyarakat, emak-emak sudah beberapa kali demo di Pemkab Lahat terkait debu dan kemacetan,” tuturnya.
Dedi mengatakan, selain itu, perusahaan tambang juga melakukan pelanggaran mengenai pengalihan arus sungai.
“Lingkungan juga terdampak, akibat aktivitas tambang batubara itu,” ungkapnya. (**)











