Ketua DPR: Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 Bukti Tidak Ada Penundaan

Rabu, 15 Juni 2022
Ketua DPR RI Puan Maharani.

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dimulainya tahapan Pemilu 2024  hari ini adalah bukti tidak ada lagi ruang bagi wacana penundaan Pemilu.

Read More

“Tidak ada pembahasan untuk penundaan. Tidak ada pembahasan untuk mengulur-ngulur, melainkan jelas dari awal sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum bahwa Pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali,” kata Puan saat memberi  sambutan Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (14/6/2022) malam.

Puan bersama pejabat negara lain dan penyelenggara Pemilu sama-sama menyalakan sirine tanda  Tahapan Pemilu 2024 atau 610 hari menuju hari pemungutan suara.

“Sejak awal DPR, Pemerintah, KPU, dan banyak elemen masyarakat sudah berkomitmen  tahun 2024 Pemilu harus dilaksanakan,” tegas Puan.

Dia mengingatkan agar semua pihak tidak memandang Pemilu di Indonesia sebagai sekadar mekanisme demokrasi.

Pemilu tidak boleh dianggap sebagai rutinitas 5 tahunan. Tapi, Pemilu memiliki kedudukan  strategis dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

“Kedudukan strategis tersebut karena Pemilu  merupakan perwujudan pengamalan sile ke-4 Pancasila. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan,” tuturnya.

Melalui Pemilu, lanjut Puan, para pemimpin yang terpilih memperoleh legitimasi dari rakyat, merumuskan dan menyusun berbagai perundang-undangan yang diperlukan untuk mewujudkan perikehidupan yang ber-Ketuhanan, adil dan beradab, menjaga persatuan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, di era demokrasi modern, Pemilu juga menjadi arena bagi rakyat untuk memilih para Pemimpin eksekutif, mulai dari Bupati/Walikota, Gubernur, sampai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.Dengan kedudukan strategis, hasil Pemilu  sangat menentukan wajah kehidupan berbangsa dan bernegara,  untuk  lima tahun ke depan.

Di sisi lain kata Puan, ibarat pisau bermata dua, penyelenggaraan Pemilu yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi,  bisa menjadi bumerang bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, para pendiri bangsa pernah mengingatkan kepada bangsa ini tentang bahaya Pemilu yang tidak dilaksanakan sesuai  prinsip demokrasi, justru bisa menjadi ajang  memecah persatuan bangsa Indonesia.

“Tahun 1955, Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno, pernah memberi pesan kepada kita. ‘Pemilihan Umum jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia,” kata cucu Bung Karno ini.

Dia menambahkan, atmosfer Pemilu 2024 telah mendekati kekhawatiran yang pernah disampaikan Bung Karno tersebut.

Diskusi-diskusi di ruang publik tentang dinamika menuju Pemilu 2024 telah diwarnai oleh argumentasi yang mengarah pada polarisasi tidak sehat di antara anak bangsa.

“Oleh karena itu, sebagai Ketua DPR-RI saya mengimbau kepada segenap elemen bangsa untuk mengembalikan hakikat dan jati diri Pemilu sebagai instrumen demokrasi, yang berorientasi pada persatuan dan kesatuan bangsa. Bukan sebaliknya,” ujarnya.

“Pemilu adalah arena kompetisi, bukan pertempuran di antara anak bangsa,” tegasnya.

Puan mengatakan, jika boleh diperumpamakan, sejatinya hasil Pemilu Legislatif adalah untuk menentukan ‘ketua kelas’, ‘wakil ketua kelas-1’, ‘wakil ketua kelas-2’ dan seterusnya di dalam Gedung Parlemen.

Selanjutnya, para Ketua dan Wakil Ketua Kelas inilah yang akan menjadi satu kesatuan teamwork untuk memusyawarahkan berbagai hal dan memutuskan apa yang terbaik untuk bangsa dan negara.

“Saya meyakini, tidak ada permasalahan yang tidak bisa dimusyarawahkan, sepanjang spirit dalam bermusyawarah dilandasi oleh semangat persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut dia, apabila spirit Pemilu mengarah kepada pertempuran yang berorientasi pada melukai kompetitor, maka Pemilu akan menjadi ajang kompetisi tidak sehat.

“Melalui Pemilu marilah kita mendengar suara, harapan, dan impian rakyat Indonesia tentang apa yang mereka ingin negara wujudkan untuk kesejahteraan hidup rakyatnya,”paparnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts