Muaraenim, Sumselupdate.com –Warga Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jumat (4/3), sekitar pukul 11.00, mendadak gempar setelah diketahui tiga buah mobil truk fuso Nopol BE 9424 EB, mobil Suzuki Carry nopol BG 2853 EB, dan mobil angkutan pedesaan Mitsubishi L300 nopol BG 9318 DK terlibat tabrakan beruntun di Jalan Lintas Sumatera, Desa Paduraksa yang memang kondisinya sempit dan tidak ada pengaman badan jalan.
Dalam kejadian itu, enam orang tewas dan delapan orang mengalami luka berat dan luka ringan. Keenam orang yang tewas tiga orang di antaranya penumpang mobil Suzuki Carry, dan tiga orang penumpang dan sopir angkutan pedesaan Mitsubishi L300.
Korban yang tewas seluruhnya sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung dan RSU Dr HM Rabain Muaraenim.
Adapun tiga penumpang mobil Suzuki Carry merupakan satu keluarga diketahui bernama Rismawati (50) dan Utin Paula (34), keduanya warga Johor, Jakarta.
Kemudian seorang balita bernama Audri (4), warga Kalimantan. Para korban duduk di jok bagian belakang mobil carry tersebut mengalami luka dibagian tubuh dan kepala.
Sedangkan penumpang mobil angkutan pedesaan L300 yang tewas kebanyakan pedagang pasar kalangan diketahui bernama Sumiati (54) dan Saibah (45), keduanya warga Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.
Kemudian Dalmi (45), pengemudi mobil angkutan pedesaan L300 nahas tersebut warga Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung,Kabupaten Muaraenim. Korban mengalami luka di bagian tubuh dan kepalanya akibat terkena benturan.
Sementara 8 orang korban lainnya yang mengalami luka berat saat ini masih mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muaraenim. Para korban yang mengalami luka berat di antaranya bernama Jamri, Rina, Eva, dan Kusmala, kesemuanya penumpang mobil angkutan pedesaan jenis L300.
Kemudian, Dirwansyah (43), pengemudi mobil Suzuki Carry, warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Ngulak Ulu, Kabupaten Lahat dan Ade Suherman (34), penumpang mobil Suzuki Carry, warga desa yang sama. Hingga berita ini diturunkan, kasus kecelakaan itu masih ditangani petugas Satlantas Polres Muaraenim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula dari mobil Suzuki Carry nopol BG 2853 EB yang dikemudikan Dirwansyah (43), membawa empat orang penumpang yang seluruhnya keluarganya. Mobil itu berjalan dari arah Baturaja menuju Tanjung Enim.
Mobil itu berjalan beriringan dengan mobil truk fuso sarat muatan kayu log Nopol BE 9432 CA, dikemudikan oleh Iwan. Dalam perjalanan beriringan itu, posisi mobil truk fuso berada di belakang mobil Suzuki Carry yang dikemudikan korban.
Ketika sampai di lokasi kejadian dengan posisi jalan tebingan menurun, entah apa sebabnya tiba tiba mobil truk fuso sarat muatan kayu itu menabrak bagian belakang mobil Suzuki Carry. Akibat kerasnya tabrakan itu, membuat, mobil Suzuki Carry tersebut terpental ke sebelah kanan badan jalan, jika berjalan dari arah Baturaja menuju Tanjung Enim.
Naasnya, pada waktu bersamaan, datang mobil angkutan pedesaan L300 Nopol BG 9318 DK, dikemudikan Dalmi (45), datang dari arah berlawanan atau dari Tanjung Enim menuju Baturaja.
Mobil L300 tersebut membawa penumpang pedagang kalangan yang baru saja habis berjualan di pasar kalangan Desa Seleman, Kecamatan Tanjung Agung hendak pulang ke Desa Lebak Budi.
Akibatnya, mobil L300 tersebut menabrak bagian depan mobil suzuki carry. Pada tabrakan beruntun tersebut, kondisi mobil carry dari belakang ditabrak mobil truk fuso dan dari depan ditabrak mobil L300. Akibat tabrakan itu membuat tiga orang penumpang mobil Suzuki Carry yang duduk di bagian jok belakang tewas karena dihantam mobil truk fuso.
Sedangkan sopir mobil L300 dan 2 penumpangnya yang duduk di bagian depan, menemui ajal akibat tabrakan dengan mobil Suzuki Carry tersebut. Sedangkan pengemudi mobil truk fuso selamat tanpa mengalami luka.
“Jika melihat kejadiannya, mobil Suzuki Carry ditabrak dari belakang oleh truk fuso dan dari depan oleh mobil L300, sehingga kondisi mobil carry mengalami rusak parah,’ jelas M Hasan, salah seorang warga.
Akibat kejadian itu, membuat arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. Arus lalu lintas kembali normal setelah petugas Polsek Tanjung Agung, dibantu warga desa setempat, berhasil mengevakuasi mobil yang bertabrakan dengan menariknya ke pinggir badan jalan.
Kasus kecelakaan tersebut mendapatkan perhatian khusus Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto, Sik, MSI. Setelah melaksanakan shalat Jumat, langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memimpin jalannya olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan tersebut.
Banyaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Muaraenim, AKP M Yakin, Kanit Laka, Iptu Gultom, Kanit Patroli, Ipda Aming, dan Kapolsek Tanjung Agung, AKP Alfiyan memimpin jalannya olah TKP.
Menurut Kapolres, penyebab terjadinya kecelakaan diduga akibat rem mobil truk fuso blong. Sehingga pada saat turunan tebing tidak terkendali dan menabrak bagian belakang mobil Suzuki Carry yang berada di depannya. (lip)











