Jakarta, Sumselupdate.com – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai peran perawat menjalankan tugas saat pandemi Covid-19 sungguh luar biasa. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga untuk merawat kesehatan masyarakat Indonesia dari bahaya Covid-19. Sebab, perawat merupakan garda terdepan yang berinteraksi dengan pasien, termasuk ‘berperang’ melawan Covid-19 secara langsung.
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Ratih Sanggarwati dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional Rabu (17/3/2021).
“Terima kasih kepada perawat, yang sudah berkorban jiwa dan raga dengan berdiri di garda terdepan menjalankan tugas menjaga dan merawat manusia Indonesia di seluruh penjuru tanah air,” kata Ratih di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Bambang Herawansyah, S Kep, dari Biro Kesehatan Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia menegaskan, peran perawat selalu dibutuhkan, sebelum atau sesudah ada pandemi Covid-19.
“Perawat selalu dibutuhkan sebelum pandemi terjadi, apalagi saat pandemi Covid-19 masih terjadi. Karena perawat berinteraksi langsung dengan pasien,” kata Bambang.
Di sektor kesehatan, menurut Bambang, perawat memiliki porsi terbesar dalam jumlah tenaga medis, dan 90 % perawat perempuan.
“Saya sebagai lulusan dari sarjana keperawatan (FIK UI), dapat memahami bagaimana teman-teman perawat bertugas di pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia mendapat cerita teman perawat di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta, di mana saat bertugas harus memakai APD berlapis-lapis. Untuk bisa langsung minum ketika haus saja tidak mudah, harus melepas APD dulu atau harus menunggu kurang lebih 8 jam saat pergantian shift tugas.
“Itu baru hal minum, masih banyak tantangan yang dihadapi,” katanya.
Mereka bertugas dengan kondisi meninggalkan keluarganya, apalagi bagi perawat perempuan meninggalkan anak, semata-mata untuk merawat dan mengantarkan pasien kepada kesembuhan.
“Profesi mulia ini dan totalitas perawat menjalankan tugas penuh resiko patut kita apresiasi,” ujarnya.
Partai Gelora berharap sebagai masyarakat yang tidak dalam posisi tersebut dapat berempati terhadap tenaga perawat.
“Salah satu hal kecil yang dapat kita lakukan dengan disiplin menjalani protokol kesehatan 5M. Kita bisa ikut menurunkan jumlah penyebaran virus Covid-19 ini, sehingga menurunkan jumlah pasien yang harus dirawat di RS,” katanya.
Karena itu, harapan perawat dan harapan semua pihak, yakni berakhirnya pandemi Covid-19. “Jadi kita dapat bersama-sama menjalani disiplin prokes 5M,” katanya.
Bambang menambahkan, Indonesia dengan potensi alam luar biasa, berbentuk negara kepulauan ini, sebenarnya sudah lebih mudah untuk mengurangi angka kejadian Covid-19. Bentuk negara kepulauan, lanjutnya, menjadikan virus Covid-19 dari kota besar tidak mudah menyebar atau memasuki wilayah-wilayah terpencil.
“Dan dengan sumber daya alam luar biasa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sehari-hari dapat meningkatkan imunitas penduduk Indonesia,” papar Bambang. (duk)











