Palembang, Sumselupdate.com – Setelah 2020 tidak dikerjakan lantaran pandemi Covid-19, restorasi Sekanak-Lambidaro tahun ini dimulai lagi dengan pengerjaan sepanjang 800 meter mulai dari Jembatan Karang Jalan Merdeka hingga Palembang Indah Mall (PIM).
Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, anggaran yang akan disiapkan untuk pengerjaan Rp38 Miliar atau baru untuk 10 persen dari total anggaran untuk pembangunan restorasi Sekanak-Lambidaro dari APBN Rp380 Miliar.
“Kalau setiap tahun 10 persen, dengan sisa 10 km lagi, maka butuh 10 tahun untuk menyelesaikan restorasi, maka kita minta dipercepat 2022-2023 dengan multi years,” katanya, Kamis (4/3/2021).
Harnojoyo mengatakan, restorasi Sekanak-Lambidaro sepanjang 10,9 Km ini bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi untuk destinasi wisata sungai di Kota Palembang.
“Baru 1 km yang dikerjakan, artinya masih sisa kurang lebih 10 km lagi. Tahun ini pengerjaan dalam waktu 240 hari bisa selesaikan yang ditarget dibangun,” katanya.
Menurutnya, jika nantinya bagian yang sudah diselesaikan ini akan menggantikan Pedustrian Sudirman dan dialihkan ke Sekanak-Lambidaro.
“Nanti bisa kita pusatkan semua kesana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, pengerjaan 240 hari dimana target 9 Desember selesai dengan panjang 800 meter.
“Pengerjaan mulai dari segmen Jembatan Karang sampai ke PIM, ini melanjutkan yang sudah dikerjakan sebelumnya segmen Ramayana sampai Transmart yang sudah 35 persen dikerjakan oleh BBWS,” katanya.
Untuk pengerjaan restorasi yang akan dilakukan disepanjang 800 meter tersebut meliputi perkuatan dinding tebing, landscape, jalan inspeksi, jalur penghijauan atau taman.
“Kita minta RT dan pejabat setempat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memaklumi proses pengerjaan ada alat berat yang akan masuk, dan ada utilitas yang terdampak,” kataya.
Kepala BBWS VIII, Birendrajana tahun ini kontrak kerja nya Rp38 Miliar hanya untuk 800 meter pengerjaan.
“Dana dari APBN dan pembangunan fisik dari kami yang bangun, dan pemkot pembebasan lahan,” katanya. (Iya)











