Korban Kebakaran Pasar Pendopo: Saya Buka Ruko Asap Sudah Mengepul

Minggu, 1 November 2020
Petugas berjibaku memadamkan api yang sudah membesar di pasar Pendopo

PALI, Sumselupdate.com — Sonta Hasibuan, hanya bisa menangis pilu saat melihat rumah toko (ruko) miliknya yang berada di Pasar Inpres Pendopo, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, ludes dilalap si jago merah, Minggu (1/11/2020) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Salah satu ruko milik Sonta Hasibuan yang berdagang alat-alat listrik menjadi salah satu dari tujuh bangunan yang terbakar.

Read More

“Pas saya buka ruko, sekitar jam setengah tujuh, saya melihat asap dari salah satu ruko di sebelah toko saya, kemudian tiba-tiba muncul api yang langsung besar. Kemudian, saya langsung mencoba mengamankan barang-barang saya, yang bisa diangkat. Namun apa daya, api langsung membesar, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” cerita Sonta Hasibuan dengan terus meneteskan air mata, Minggu (1/11/2020).

Sonta Hasibuan.

Perempuan paruh baya yang berdomisili di Lorong Asrama, kelurahan Talang Ubi Timur itu mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa dirinya.

Ia memperkirakan, kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp300 juta.

“Dak tahu lagi dek nak cak mano, sudah belasan tahun kami buka usaha toko alat listrik itu. Kalu kerugian sekitar Rp300 juta lebih,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Lihan menjelaskan untuk memadamkan api, diperlukan sedikitnya 16 unit mobil.

“Di antaranya dua unit mobil damkar BPBD, lima unit mobil damkar Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK), lima unit Damkar Pertamina, dan empat tangki air milik masyarakat,” jelas Lihan.

Ditambahkannya, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.10 WIB. “Dengan bantuan semua pihak, masyarakat, petugas BPBD, petugas Damkar Pemkab dan petugas damkar Pertamina akhirnya api bisa dipadamkan setelah dua jam setengah lebih membakar ruko,” imbuhnya.

Adapun yang menjadi korban antara lain, Toko Ira cahaya listrik milik Holil, toko alat listrik Reja milik Sahlan, toko pupuk milik Beri, kemudian ada ruko kosong, toko alat listrik milik Mahendra, toko sosis milik Maya, dan toko mebel milik Bambang. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts