Dana PKH Diduga Disunat, Puluhan Warga Desa Tanjung Agung Ogan Ilir Ngadu ke Kades

Senin, 22 Juni 2020
Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang mendatangi rumah Kades, Nazuli, Senin (22/6/2020).

Laporan Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Puluhan warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan berduyun-duyun mendatangi rumah Kades, Nazuli.

Read More

Mereka mendatangi rumah kades lantaran dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima warga diduga kuat disunat 50 persen oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Modus yang dilakukan oknum tersebut diduga memberikan buku rekening dan ATM BRI kepada penerima manfaat dana PKH.

Saat uang akan cair oknum tersebut akan memberikan pengumuman kepada penerima bahwa uang yang tersedia di rekening akan diambilkan dengan syarat ATM wajib diberikan kepada oknum tersebut.

Kemudian saat uang ada, oknum itu mengambilkannya. Namun diduga uang yang diberikan hanya 50 persen kepada penerima manfaat.

Nurlela (50), seorang warga mengaku, baru mengetahui menerima Rp1,1 juta per tiga bulan namun hanya diberikan Rp600 ribu.

“Saya tahunya pas print buku tabungan ke BRI, ternyata dipotong 50 persen, untuk April, Maret, Mei kami menerima setiap bulan. Namun jumlahnya juga kecil. Saya tidak senang kalau begini, karena itu kita datang tempat pak kades untuk mengadukan nasib,” jelasnya.

Senada dikatakan warga Dusun 2, Desa Tanjung Agung bernama Rusda (42). Dia mengaku hanya menerima dana PKH Rp700 ribu pada Januari lalu.

Padahal harusnya dibuku tabungan Rp1.266.000, sementara saat Maret hanya menerima Rp600 ribu padahal tertera Rp1.300.000.

” Ya suami saya hanya buruh, punya anak yang masih sekolah. Sakit hatilah kalau begini, banyak sekali motongnya. Si oknum ASM kalau dikasih uang sedikit dia suka marah-marah. Kami tidak senang kalau begini, rencananya kami juga mau ngadu ke polisi,” jelasnya

Sementara itu, Kades Tanjung Agung, Nazuli didampingi Kades Penyandingan sekaligus Ketua Forum Kades Kecamatan Inderalaya Hidayat mengatakan, di desanya sedang ada permasalahan tentang bantuan PKH.

Menurut laporan warga, mereka merasa kaget karena setiap bulannya mereka menerima uang PKH terus berkurang.

“Ya dipotong hampir 50 persen. Keluhan dari warga saat kita mengecek ke lapangan bahwa selama enam bulan saya menjabat sebagai kepala desa ada pemotongan.  Selama ini mereka hanya diberi buku tabungan, ATM sistem cabut, kalau dana ada ATM diambil kalau tidak baru dikembalikan. Saya kasihan juga dengan warga saya ini, sudah susah pakai dipotong segala sampai 50 persen dana PKH-nya,” ujarnya.

Dia mengaku sempat memanggil Ketua Kelompok PKH ‘ASM’ bersama pendamping desa, namun si oknum bersedia mengembalikan sejumlah uang. Karena persoalan tersebut dianggap belum clear, sehingga kades enggan menerimanya.

Bahkan menurutnya, ia menduga oknum tersebut tak hanya bekerja seorang diri, namun aksi tersebut bekerjasama dengan pihak lainnya. Selain itu, diprediksi jumlah aduan warga akan terus bertambah

“Dia mau nitip sejumlah uang kepada saya agar uang teraebut diberikan kepada penerima PKH, tapi saya tolak karena persoalan belum rampung. Saya terserah warga bagaimana baiknya, oknum ditindak tegas, kalau sampai mau dibawa ke ranah hukum silahkan saja,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Tanjung Agung ‘ASM’ saat dikonfirmasi terkait persoalan ini menegaskan tidak ada pemotongan dana PKH.

“Memang kemarin itu ada sisa saldo dari komponen yang berlebih, tapi sudah saya beritahu ke pendamping desa. Katanya sisa saldo dari komponen itu simpan dulu, nanti akhir Juli baru akan kami berikan. Karena sekarang masih dalam suasana Covid-19, untuk menghindari keributan, jadi sisa kelebihan dipending dulu. Saya itu cuma mengamankan saja, tidak ada namanya pemotongan, hanya menyimpan sebentar, saya siap mengembalikannya,” ujar ASM.

Sementara itu, Kadinsos Ogan Ilir, Irawan yang dihubungi mengaku, pernah Kades Tanjung Agung mengeluhkan hal tersebut, adanya dugaan pemotongan dana PKH.

Namun pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut bagaimana kondisi di lapangan. “Jika terbukti kita siap tindak pelakunya,” tegasnya. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts