Dua Tahun Tergenang Banjir, Warga Gang Dayat Kemuning Palembang Blokade Jalan

Minggu, 21 Juni 2020
Aksi warga Gang Dayat, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan yang memblokade akses jalan, Minggu (21/6/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan warga Gang Dayat, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan memblokade akses jalan.

Read More

Aksi protes warga ini lantaran sudah dua tahun janji dari salah satu hotel ternama yang berada di lokasi tersebut, dinilai tak pernah ditepati.

Aksi warga Gang Dayat, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan yang memblokade akses jalan, Minggu (21/6/2020).

 

Manajemen Hotel Harper Palembang tak kunjung memperbaiki kerusakan jalan dan drainase, sehingga ketika hujan turun, ruas jalan dan rumah warga tergenang banjir.

Pantauan Sumselupdate.com, Minggu (21/6/2020) terlihat puluhan warga Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning memblokade jalan di Gang Dayat menggunakan tiga batang pohon kelapa dan memasangkan rangka baja yang posisinya berada di belakang akses Hotel Harper Palembang.

Aksi blokade jalan ini lantaran warga kesal tak kunjung diperbaikinya akses jalan Gang Dayat menuju Jalan R Sukamto.

Aksi warga Gang Dayat, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan yang memblokade akses jalan, Minggu (21/6/2020).

 

“Sudah dua tahun kita ajukan dan empat kali pengajuan perbaikan jalan. Tak banyak tuntutan, kami hanya  minta akses jalan kami menuju jalan utama diperbaiki tapi sampai sekarang apa?  jalannya tambah rusak,” cetus Ketua RT Muhammad Zakaria (52) kepada Sumselupdate.com.

Menurut Zakaria, jika dilihat dari akses jalan, warga yang tinggal di sekitar Gang Dayat memiliki tiga akses jalan menuju Jalan utama R Sukamto, namun, hanya satu jalan yang dapat keluar masuk mobil lewat yakni melewati Jalan Bali.

“Satu jalan yang kita blokade ini, satu lagi bisa lewat jalan yang tak jauh dari Gang Dayat tapi hanya motor yang bisa lewat. Di jalan itulah drainasenya ditutupi pembangunan dari hotel yang katanya akan diperbaiki, hingga sekarang tidak ada kelanjutannya,” ucap Zakaria dengan nada kesal.

Zakaria mengatakan, selama ini bila hujan tiba tak ada saluran air yang dapat memberikan ruang untuk air berjalan, sehingga menyebabkan jalan tergenang banjir.

Salah satu akses jalan yang hanya menggunakan sepeda motor.

 

“Kalau banjir tiba, 30 menit saja tempat ini kebanjiran sampai lima RT yang terendam, yakni RT 30, 36, 37, 38, dan 29. Yang isi lima RT ini ratusan KK harus merasakan dampak banjir ini,” kata Zakaria.

Sementara itu, Humas Hotel Harper Palembang, Bayu mengatakan, permasalahan ini sudah diketahui pihak manajemen dan segera dilakukan perbaikan jalan dan drainase.

“Sudah disampaikan apirasi dari masyarakat. Uang perbaikan jalan sudah ada tapi karena pandemi, belum bisa kita laksanakan tuntutannya. Rencananya besok kami akan melakukan pertemuan di kelurahan bersama masyarakat untuk kelanjutannya,” katanya. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts