Palembang, Sumselupdate.com – Pilkada Gubernur Sumsel masih lama dan baru akan dilaksanakan pada tahun 2023/2024 mendatang namun sejumlah kalangan sudah mulai mereka-reka dengan berbagai poling tentang tokoh-tokoh yang layak berpeluang maju sebagai bakal kandidat gubernur Sumsel.
Terkait fenomena ini Lembaga Kajian dan Opini Publik Rumah Citra Indonesia (RCI) menanggapi hal ini. Ada sejumlah indikator kajian yang bisa dipakai untuk memprediksi tokoh layak maju sebagai bakal kandidat gubernur walaupun pilgub Sumsel masih sekitar 3 tahun lagi.
Menurut Kajian Rumah Citra Indonesia (RCI), indikator pertama yang perlu dilihat yakni kajian Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai basis pemilih. Berdasarkan data KPU Propinsi Sumatera Selatan yang dihimpun RCI jelang Pemilu 2019 DPT Sumsel ada sekitar sebesar 5. 773. 392 pemilih.
“Dari jumlah DPT di Sumsel Palembang menjadi terbanyak yakni 1.110.334 pemilih, kemudian Banyuasin 597.654 pemilih. Posisi tiga Kabupaten Kabupaten OKI 503.610 pemilih, selanjutnya OKU Timur 466.881 pemilih, Muba 442.194 pemilih serta Muara Enim 416.625 pemilih,” ungkap Direktur Eksekutif RCI M Zulfikar, MPd.
Lima daerah DPT terbesar tersebut dari segi basis pemilih, kata Bang Zoel, kepala daerah atau tokohnya punya peluang bakal kandidat gubernur di kontestasi Pilkada Gubernur Sumsel mendatang. “Kepala daerah dengan basis pemilih yang besar sangat diuntungkan apalagi jika ketokohannya mengakar di masyarakat, ini sudah dibuktikan oleh H Alex Noerdin dan H Herman Deru,” ungkap Dia.
Kajian selanjutnya, RCI melihat dari indikator peluang dukungan partai sebagai syarat maju Pilkada. Jika dilihat dari Kepala Daerah atau Tokoh di lima basis DPT terbesar Sumsel tersebut punya latar belakang parpol sehingga peluang itu ada.
“Palembang ada Harnojoyo Ketua DPC Demokrat Palembang, Banyuasin Askolani Ketua DPC PDIP Banyuasin, Iskandar Ketua DPW PAN Sumsel, OKU Timur Herman Deru Nasdem Sumsel, Muba Dodi Reza Alex Ketua DPD I Golkar Sumsel dan Muara Enim ada tokoh Giri Ramadha Kiemas Ketua DPD PDIP Sumsel. Sebagai pengurus dan Kader Parpol tentu membuat kesempatan atau peluang terbuka,”ujar Alumnus Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.
Kemudian, kajian selanjutnya dari sisi indikator pengalaman memimpin. RCI memandang kepala daerah atau pejabat daerah punya kesempatan mendongkrak kecakapannya dalam memimpin dengan prestasi-prestasi sehingga berdampak pada popularitasnya. Jika ini berhasil maka peluang karir politik lebih tinggi terbuka lebar.
“Selain Herman Deru, Dodi Reza yang telah lebih dulu populer, kepala daerah lain misalkan Bupati Banyuasin Askolani, Bupati OKI Iskandar, Walikota Palembang Harnojoyo atau Iskandar Bupati OKI punya kesempatan luas untuk bisa mengekaplorasi kecakapannya dalam memimpin daerahnya dengan membuktikan kinerja sehingga berdampak pada popularitas dan kepercayaan publik,” terang Alumni Unsri ini.
Direktur Eksekutif RCI ini menambahkan yang terpenting dari pengalaman dan kecakapan memimpin yakni bagaimana mengkomunikasikan kesuksesannya memimpin tidak hanya diketahui oleh daerahnya (pemilihnya) sendiri sehingga tidak hanya pemilih daerahnya yang tahu tetapi juga pemilih daerah lain juga perlu tahu.
“Sebagai contoh, Kabupaten Banyuasin berdasarkan data Kementrian Pertanian 2020 sebagai daerah produsen beras nomor 4 di Indonesia. Seharusnya kinerja Bupati Askolani tidak hanya diketahui oleh masyarakat Banyuasin tetapi pemilih di wilayah lain. Atau H Harnojoyo Walikota Kota Palembang bagaimana dia mengkomunikasikan program andalannya yang dinilai sukses oleh pemilih lain diluar Kota Palembang,” ujar Bang Zoel.
Kajian terakhir siapa yang berpeluang maju di Pilkada Gubernur Sumsel akan datang yakni dari indikator hasil Survei. Tidak bisa dipungkiri hasil survei sangat menentukan siapa yang bakal diusung dalam kontestasi pilkada.
Hampir semua parpol mengusung kandidat dilihat dari hasil survei namun yang menjadi catatan hasil survei tidak serta merta langsung bisa bagus begitu saja, ada proses panjang untuk bisa bersaing.
“Proses inilah yang perlu dilewati, untuk itu berlombalah untuk bisa dikenal (populer) dan disukai masyarakat atau pemilih lebih luas sebagai pemimpin yang sukses sehingga punya peluang untuk diusung sebagai bakal kandidat gubernur dengan cara mampu membuktikan kinerjanya dan ketokohannya di tengah masyarakat luas baik secara nyata dan angka-angka,” kata Alumni HMI ini. (syd)











