Petani di Desa Kasai Muaraenim Sangat Terbantu dengan Program Serasi Kementan RI

Selasa, 5 Mei 2020
Kades Kasai, Wahudin menunjukkan lahan tidur rawa yang masih sangat luas di desanya butuh pengelolaan dari program Serasi.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) sangat dirasakan petani.

Tak terkecuali bagi petani di Desa Kasai, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Kepala Desa (Kades) Kasai, Wahudin saat ditemui Sumselupdate.com, Senin (5/5/2020), mengatakan, program Serasi sangat membantu petani sebab lahan tidur rawa di wilayahnya sangat luas.

Dengan program Serasi, menurut Wahudin, lahan tidur rawa di desanya sedikit demi sedikit berubah menjadi lahan yang berproduksi dengan perbaikan infrastruktur jaringan tata air,

Nah, tahun 2019 program Serasi masuk ke desanya, sehingga menurut Wahudin, saat ini sudah 75 hektar lahan tidur rawa sudah mampu memproduksi puluhan ton padi.

“Program ini (Serasi –red) sangat membantu permasalahan sawah di desa kami. Di mana melalui program ini bisa mengatasi kebanjiran di lahan persawahan saat hujan turun dan kekeringan saat musim kemarau, sebab di program ini sistem irigasi ditata sangat baik,” kata Wahudin.

Lahan tidur rawa di Desa Kasai, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, Sumsel yang masih sangat luas dan butuh pengelolaan dari program Serasi.

 

Maka dari itu Wahudin berharap kepada Dinas Pertanian Kabupaten Muaraenim dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, agar program Serasi di desanya untuk tahun 2020 tetap dijalankan dan tidak dipindahkan ke desa lainnya.

Wahudi beralasan lahan pertanian tadah hujan pasang surut dan lahan tidur di desa mereka masih cukup luas yakni lebih kurang seribu hektar.

Lahan tidur ini masih sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat.

“Program Serasi ini sangat diharapkan masyarakat Desa Kasai yang mana mayoritas petani masih berpenghasilan rendah, selama ini hasil pertanian tidak maksimal disebabkan oleh lahan pertanian tadah hujan pasang surut, tidak tersedia sistem irigasi, dan pengelolahan lahan dengan sistem tradisional,” katanya. (vir)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts